Setahun Dianggarkan Rp 30 Juta, Warga Miskin di Tanjab Timur Bisa Ajukan Bantuan Kaki Palsu

Pemerintah Tanjung Jabung Timur melalui Dinas Sosial, berikan bantuan kaki palsu bagi warga kurang mampu.

Setahun Dianggarkan Rp 30 Juta, Warga Miskin di Tanjab Timur Bisa Ajukan Bantuan Kaki Palsu
Tribunjambi/Abdul Usman
Warga Tanjab Timur menerima bantuan kaki palsu. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Tanjung Jabung Timur melalui Dinas Sosial, berikan bantuan kaki palsu bagi warga kurang mampu.

Bantuan kaki palsu pemerintah tersebut, telah berjalan sejak tahun lalu dimana pada tahun 2018 terdapat delapan orang yang mendapatkan bantuan kaki palsu.

Delapan kaki palsu tersebut, selain bantuan dari Pemda Tanjab Timur juga dibantu oleh pemerintah Provinsi Jambi.

Kasi Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Tanjung Jabung Timur, Jaipatul Aswar saat dikonfirmasi Tribunjambi.com mengatakan, pada tahun 2018 lalu ada sebanyak 8 orang yang menerima kaki palsu.

“Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pemerintah provinsi namun dinsos kabupaten juga melakukan pemberian bantuan, dari 8 bantuan tadi 2 diantaranya dari pemda kabupaten,” ujarnya.

Baca: Hati-hati Beli Tanah di Jambi, Ini Empat Daerah Rawan Pemalsuan Surat Tanah di Jambi

Baca: Tanjab Barat Krisis Listrik, Safrial: Kita Sudah Berusaha Sampai Langit Ketujuh

Baca: Panitia Tour de Singkarak Survei ke Kerinci, Bupati Kerinci Akui Ada Beberapa Kekurangan

Baca: Gara-gara Belum Lapor LHKPN, Empat Pejabat di Tanjab Barat Terancam Kehilangan Pangkat dan Jabatan

Baca: VIDEO: Warga Ramai Kunjungi Taman Anggrek Sri Soedewi Meski Belum Diresmikan

Untuk masyatakat yang menerima bantuan sendiri tersebar di beberapa kecamatan dan desa, di antaranya Rasau 3 bantuan, Lambur satu ada satu orang, Lambur 2 satu orang, Geragai satu, dan Sungai Cambang satu orang.

Untuk kategori penerima diantaranya, pertama harus keluarga tidak mampu syaratnya dengan mengajukan permohonan disertai foto keadaan calon penerima ke Dinsos Tanjab Timur.

“Untuk anggaran kaki plastik sendiri per tahunnya Rp 30 juta dari dana APBD, dengan per unit kaki palsu Rp 15 juta,” jelasnya.

Untuk tahun ini baru ada satu permohonan atau pengajuan dari Desa Harapan Makmur di Kecamatan Rantau Rasau. Namun untuk bantuan dari provinsi sendiri untuk tahun ini belum ada.

Selain itu untuk umur pengajuan tidak ada batasan, dengan catatan masih mampu beraktivitas. Untuk pendaftaran tidak terbatas namun disarankan untuk awal tahun sebelum pengesahan anggaran.

“Setelah terdata baru penerima bantuan melakukan pengukuran kaki sebelum nantinya diserahkan ke yang bersangkutan,” pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved