Bank Sampah The Gade Clean and Gold di Kota Jambi, Warga Bisa Tukar Sampah dengan Emas

PT Pegadaian Persero, Sabtu (30/3) menyerahkan CSR berupa bank sampah The Gade Clean and Gold ke warga lorong H. Kamil Kelurahan Wijayapura.

Bank Sampah The Gade Clean and Gold di Kota Jambi, Warga Bisa Tukar Sampah dengan Emas
Tribunjambi/Rohmayana
Bank sampah The gade clean and gold, CSR dari PT Pegadaian Persero, warga lorong H. Kamil Kelurahan Wijayapura. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- PT Pegadaian Persero, Sabtu (30/3) menyerahkan CSR berupa bank sampah The Gade Clean and Gold ke warga lorong H. Kamil Kelurahan Wijayapura. Bank sampah tersebut juga langsung diresmikan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Maulana.

Disampaikan Maulana bahwa CSR bank sampah yang baru saja diresmikan ini bisa diduplikasi oleh perusahaan lain yang ada di Kota Jambi. Karena bantuan ini sejalan dengan visi dan misi Kota Jambi untuk mengurangi beban dari sumbernya.

Dari rumah tangga dipisahkan yang organik dan anorganik. Nantinya anorganik bisa dipisahkan dan dijual ke bank sampah dan bisa dikonfersikan menjadi emas.

"Sampah jadi emas. Kalau sebelumnya sampah ini dianggap tidak berguna, tapi dengan program ini masyarakat jadi sangat terpana, karena sampah ini memiliki nilai emas," katanya usai meresmikan bank sampah.

Baca: Tiga Anaknya Meninggal, Kini Bayi Perempuannya Lahir Tanpa Anus, Sardi Bingung Cari Biaya Berobat

Baca: Rumah Potong Hewan di Jambi Digerebeg Polda Jambi, Karyawan Lari Kocar-kacir, Ada Suara Tembakan

Baca: Sering Dapat Komentar Negatif, DJ Malla Pilih Tanggapi Dengan Santai

Baca: Bergiat di Dunia Pendidikan, Komunitas Merah Muda Bukan Hanya untuk Perempuan, Ini Arti Merah Muda

Baca: Hanya 499 Orang yang Masuk DPT, Kalapas Jambi Upayakan Seluruh Warga Binaan Bisa Nyoblos

Katanya, jika setiap perusahaan menerapkan sistem dengan membuat bank sampah seperti ini, maka beban sampah akan berkurang sekitar 30 persen. Ini jelas mengurangi biaya APBD, mulai dari pengangkutan sampah, operasional dan lainnya yang mencapai 29 miliar per tahun.

"Mudah-mudahan acara yang digelar pegadaian menjadi contoh, yang bisa diduplikasikan. Ini pahalanya banyak, karena sampah yang tidak bernilai jadi investasi ekonomi. Karena kebersihan juga sebagian dari iman," jelasnya.

Sementara itu Ari Suroso presiden Kanwil III Palembang Pegadaian mengatakan bahwa untuk program bank sampah ini baru ada satu di Jambi. Namun kedepan pihaknya akan mengembangkan program ini sesuai dengan kebutuhan di masing-masing kelurahan.

Menurutnya sampah yang dikumpulkan nanti akan dijadikan emas berupa buku tabungan. "Jadi kalau hasil sampahnya Rp 5 ribu maka, akan dikonversi menjadi emas berapa gram," katanya.

Ari mengatakan bahwa ini menjadi perubahan perubahan budaya mengenai kebersihan. "Liat sampah tidak hanya dibuang-buang, tapi dijual jadi emas, dan bernilai investasi," katanya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved