Mancanegara

Ingin Ciptakan Pabrik Anak, Mitsutoki Shigeta Seorang Putra Miliarder Kini Buron

Mitsutoki Shigeta (29), anak orang kaya Yasumitsu Shigeta, punya keinginan membuat 100 bayi sedikitnya.

Editor:
www.straitstimes.com
Mitsutoki Shigeta 

TRIBUNJAMBI.COM -  Mitsutoki Shigeta (29), anak orang kaya Yasumitsu Shigeta, pendiri dan pemilik Hikari Tsushin, kekayaan 39,45 miliar dolar AS (Februari 2000), ternyata punya keinginan membuat 100 bayi sedikitnya.

Pada tahun 2015 lalu Shigeta dilaporkan akibat mempekerjakan banyak wanita Thailand untuk melahirkan anak-anaknya.

Dalam persidangan di Thailand melalui konferensi video pada hari Selasa (06/01/2018) Shigeta bersaksi untuk meminta hak asuh atas anak-anaknya.

Baca: Cek sscasb.bkn.go.id untuk Pendaftaran PPPK/P3K 2019, 8 Syarat Ini Perlu Diperhatikan, Seperti Umur!

Baca: Pelanggaran Lalu Lintas Tinggi, 1 Bulanan, Satlantas Polres Batanghari Keluarkan 325 Surat Tilang

Baca: Belum Lama Ayahnya Wafat, Zumi Zola Kini Harus Kehilangan Neneknya, Hj Hasanah Meninggal Dunia

Menurut pengacaranya putusan untuk hak asuhnya akan dikeluarkan pada 20 Februari nanti, kasus ini mendapat perhatian luas di Thailand dan dikenal sebagai kasus 'Pabrik Bayi'.

Dalam persidangan ditampilkan foto-foto yang diyakini anak dari Shigeta
Anak-anak tersebut kini dirawat di bawah pengawasan Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand hingga putusan final pengadilan.

Tidak jelas berapa banyak anak yang ada, beberapa laporan mengatakan lusinan.

Polisi Thailand mengatakan tes DNA telah mengkonfirmasi bahwa dia adalah ayah paling sedikit dari 15 anak.

Baca: Belum Lama Ayahnya Wafat, Zumi Zola Kini Harus Kehilangan Neneknya, Hj Hasanah Meninggal Dunia

Baca: Perkara Transaksi Pajak Fiktif Segera Disidangkan, Berkas Tersangka Sunardi Dilimpah ke Pengadilan

Baca: Pukul 16.00 Penerimaan PPPK 2019 Tahap I Resmi Dibuka! Ini Formasi, Jadwal & Syarat yang Diperlukan

Pengacara Shigeta mengatakan kliennya ingin memiliki belasan anak karena dia menginginkan keluarga besar dan berharap mereka bisa mewarisi kekayaan keluarganya.

Anak dari salah satu pemilik perusahaan telekomunikasi terbesar di Jepang ini juga diyakini telah memiliki lebih banyak anak di negara lain di mana undang-undang tentang surrogacy tidak ketat.

Pada tahun 2014, muncul laporan ia juga telah melakukan perjalanan ke India dan Ukraina untuk memiliki anak.

Pejabat Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Thailand bergiliran bersaksi di pengadilan pada sidang itu.

Baca: Menawannya Aggia Chan, Gandengan Baru Vicky Prasetyo, Lihat Kumpulan Fotonya di Instagram

Baca: Sebelum Daftar PPPK, Perhatian Pasal yang Cenderung Merugikan Peserta

Baca: Pukul 16.00 Penerimaan PPPK 2019 Tahap I Resmi Dibuka! Ini Formasi, Jadwal & Syarat yang Diperlukan

Salah satu dari mereka mengatakan, mereka pergi ke Kamboja dan Jepang untuk mengunjungi tempat-tempat di mana pria ini ingin anak-anaknya dibesarkan dan semuanya terlihat baik.

Beberapa wanita Thailand memulai sebuah tuntutan hukum kepada Shigeta di kementerian tersebut pada Januari 2015, dengan tuduhan melanggar hak mereka.

Sebelumnya, surrogacy tidak diatur secara ketat di Thailand sampai adanya kasus pria Jepang ini.

Surrogacy adalah suatu pengaturan atau perjanjian yang mencakup persetujuan seorang wanita untuk menjalani kehamilan bagi orang lain, yang akan menjadi orang tua sang anak setelah kelahirannya.

Pada tahun 2015, undang-undang tersebut diubah untuk melarang surrogacy komersial.

Kini peraturannya menjadi perkawinan orang Thailand dengan WNA asing setidaknya harus berlangsung selama 3 tahun.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved