Sebut Aksi Penolakan Tak Jelas, Presiden Mahasiswa UIN Jambi Tolak Ikut Demo Jokowi
Rencana kedatangan Presiden Jokowi ke Jambi disambut aksi penolakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa jambi.
Penulis: Hendri Dunan | Editor: Teguh Suprayitno
Laporan Wartawan Tribun Jambi Hendri Dunan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI– Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) tidak sependapat dengan alasan menolak kedatangan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.
Tidak sejalan dengan alasan menolak kedatangan Presiden, maka Dema pun menolak ikut dalam aksi menolak kedatangan Presiden.
Rencana kunjungan Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo ke Provinsi Jambi akan dilakukan dua hari. Mulai dari Sabtu-Minggu 2018.
Baca: Hadir di Jambi, Jokowi Bakal Jalan-jalan ke Car Free Day Tugu Keris Bersama Warga
Dua hari berada di Jambi, Presiden memiliki agenda yang cukup padat pada hari Minggu (16/12), mulai dari pukul 08.00-19.00wib.
Sedangkan agenda hari Sabtu (15/12) nihil acara karena pasca kedatangan Presiden direncanakan hanya beristirahat di hotel yang sudah disiapkan.
Namun rencana kedatangan Presiden tersebut disambut aksi penolakan oleh elemen mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa jambi yang dilakukan hari ini.
Namun, dari rencana aksi mahasiswa tersebut, pihak Dema UIN STS Jambi menolak turut terlibat dalam aksi tersebut.
“Saya selaku pimpinan mahasiswa UIN STS Jambi atau Presiden Mahasiswa menolak keras aksi tersebut,” ungkap Ari Kurniadi, Ketua DEMA UIS STS Jambi, Jumat (14/12).
Baca: Catat! Setelah 30 Desember 2018, Empat Pecahan Uang Ini Tak Laku Lagi
Baca: Meski Beras Naik Jelang Natal, Disperindag Tanjab Barat Sebut Stok Bahan Pokok dan Gas Aman
Baca: Harga Beras Naik, Perum Bulog Subdrive Kuala Tungkal Sebut Ini Penyebabnya
Baca: Telah Divonis Setahun Karena Korupsi, Ketua Partai Hanura Tak Kunjung PAW
Alasan penolakan tersebut pun disampaikannya kepada Tribunjambi.com. Ari Kurniadi mengungkapkan bahwa penolakannya dilakukan karena ini moment politik.
Meskipun demikian, Jokowi adalah Presiden yang sah dan pemimpin bangsa. Ketika Presiden ingin berkunjung ke daerah Jambi, lalu ada yang menolak, tentu ini tindakan yang tidak etis dan kurang sesuai.
“Menurut saya karena sesungguhnya alasan menolak Presiden dalam pamflet aksi tersebut tidak jelas, saya tidak mau aksi yang hanya ikut-ikutan tanpa kejelasan,” ungkap Ari.
Selain itu, dirinya juga mengaku tidak mengetahi koordinator umum dan kordinator lapangan aksi tersebut, perangkat aksinya siapa, yang nyetting siapa, atau tujuan dari aksi tersebut apa.
“Saya selaku pimpinan mahasiswa UIN tidak ingin merusak nama almamater kampus serta menggadaikan atas nama mahasiswa demi kepentingan orang-orang tertentu,” katanya.
Baca: Daftar Agenda Jokowi di Jambi, Car Free Day di Tugu Keris dan Kegiatan Lain, Catat Waktunya!
Baca: Diguyur Hujan Petir dan Angin, Rumah Warga di Sarolangun Terendam Banjir
Baca: 336 Pemilih Disabilitas di Pemilu 2019, KPU Tanjabtim Pertegas Soal Pemilih Gila
Karena itu dirinya sangat berhati-hati dan menganalisis secara mendalam kemudian mengeluarkan statement bahwa Dewa Eksekutif Mahasiswa UIN STS Jambi menolak keras aksi penolakan pemimpin bangsa yang ingin mengunjungi daerah Jambi tersebut.