LIPUTAN KHUSUS
Kondisi Warga Jambi yang Kirim Surat ke Presiden Jokowi, Rumahnya Retak-retak hingga Sakit
Ada getaran, diiringi debu dari jalan berterbangan. Pekatnya debu terasa hingga ke kursi kayu di rumah nenek Hafsah.
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kisah ini terjadi pada warga Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Sudah bertahun-tahun menahan diri, namun, akhirnya meledak juga.
Tempat tinggal warga rusak. Mereka sudah melapor ke mana-mana, hingga akhirnya mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.
Sejumlah warga harus merasakan dampak negatif dari aktivitas pembangkit listrik di Kelurahan Payo Selincah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.
Puluhan rumah di sekitar pembangkit yang ada di sana mengalami kerusakan. Mulai dari dinding retak hingga lantai amblas. Ada sejumlah pembangkit di sana. Ada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga gas (PTLG).
Keluhan warga ini sejatinya telah berlangsung beberapa waktu. Sejumlah langkah juga sudah ditempuh. Namun, sejumlah warga masih mengeluhkannya.
Seperti yang disampaikan Hafsah. Nenek yang tinggal di RT 25 Lorong Berdikari, Payo Selincah itu bahkan ingat bagaimana ketika lingkungan di tempat tinggalnya masih rindang dengan pepohonan dan udaranya bersih.
Bahkan, kata dia, jauh dari keriuhan suara mesin dan kendaraan bertonase besar.
Baca Juga:
Ramalan Zodiak 3 Desember 2018, Hujan Uang untuk Sagitarius, Banyak yang Beruntung
Baca: Selebgram Angela Lee Bebas dari Penjara, Ini Janjinya Setelah Keluar, Tulisan dalam Sebuah Kertas
Menghitung Peluang Zumi Zola Bebas dari Tuntutan Penjara 8 Tahun? Ini Pasal Jaksa KPK yang Menjerat
Ini Peluang Jadi CPNS Lewat PP No 49 Tahun 2018, Kabar Gembira untuk Honorer
Saat dibincangi beberapa hari lalu, apa yang dia keluhkan terjadi. Sejumlah mobil bertonase besar yang mengangkut kayu ditutupi terpal melintas.
Ada getaran, diiringi debu dari jalan berterbangan. Pekatnya debu terasa hingga ke kursi kayu di rumah nenek Hafsah. Adapun kondisi truk, oleng mengikuti kondisi jalan yang berlubang.
Truk menuju pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dikelola oleh PT RPSL .

"Sudah payah tenang di sini, belum debu, dikit-dikit rumah retak," ujarnya.
Kusmiati, cucu Hafsah mengatakan sudah berkali-kali ia membawa neneknya ke rumah sakit untuk berobat. Itu lantaran sering merasakan pusing.
"Setelah diceritakan kondisinya memang dokter bilang terlalu berbahaya kalau tinggal didekat aliran sutet," ujar Kusmiati saat dibincangi.
"Waktu masih Zumi Zola kami pernah sampaikan, kemudian dia kirim dokter pribadinya ke sini. Dan setelah melihat kondisi lingkungan sini dia bilang kalau dekat Sutet tidak sehat, cairan di otak bisa kering makanya nenek sering sakit kepala," sambungnya. Memang tepat di depan rumahnya, berjarak sekitar 30 meter berdiri kokoh jaringan Sutet.
Pengakuan Hafsah, rumahnya setiap tahun harus diperbaiki karena dindingnya yang retak. Tak hanya dinding, lantai dan sumur pun rusak.