AS vs Iran
Peringatan Eks Menteri Libya Agar Tak Percaya Amerika: Banyak Perangkap
Mantan Menteri Informasi Libya melontarkan wanti-wanti keras agar Teheran tidak terbuai oleh janji-janji diplomatik Amerika Serikat.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
"Fakta sederhananya adalah kita perlu melihat komitmen afirmatif bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir dan mereka tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat mencapai senjata nuklir," tegas Wapres AS tersebut.
Baca juga: Mojtaba Khamenei: Kemenangan Final Iran Telah Menginspirasi Dunia
Baca juga: Istri Pelangsir BBM di Bungo Ancam Polisi Pakai Senapan Angin, Skandal Rp276 M Terbongkar
JD Vance menegaskan langkah Iran untuk menghentikan pengembangan nuklir ini jadi kunci dari negosiasi yang ada di antara kedua negara.
"Pertanyaan sederhananya adalah, apakah kita melihat komitmen fundamental dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir ...bukan hanya sekarang, bukan hanya dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihatnya. Kami berharap kami akan melihatnya." sambung JD Vance.
Dalam pernyataan singkatnya di sebuah hotel mewah di Islamabad tempat kedua delegasi bertemu, Vance tidak menyinggung perbedaan pendapat terkait isu krusial lainnya.
Vance juga tak menyinggung terkait masalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi penyebab kegaduhan ekonomi global.
Jalur sempit ini merupakan titik transit bagi seperlima pasokan minyak dunia yang diblokir oleh Iran sejak perang dimulai, memicu lonjakan harga energi global.
Vance juga menyatakan bahwa Presiden Donald Trump telah bersikap akomodatif selama perundingan.
"Saya pikir kami cukup fleksibel. Kami cukup akomodatif. Presiden mengatakan kepada kami, Anda harus datang ke sini dengan itikad baik dan melakukan upaya terbaik Anda untuk mendapatkan kesepakatan. Kami melakukan itu dan, sayangnya, kami tidak dapat membuat kemajuan," ungkap Vance.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: 4 Kecamatan di Batang Hari Jadi Prioritas Distribusi 1.000 Dosis Vaksin PMK
Baca juga: Kisah Anin, Siswa Terbaik Pati Lolos Kedokteran Undip Raih Skor Tertinggi SNBP 2026
Baca juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, KLH Ingatkan Lonjakan Drastis Karhutla
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mantan Menteri Libya Era Gaddafi Peringatkan Iran: Jangan Terlalu Percaya AS, Banyak Perangkap
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Negosiasi Deadlock, Tim Negosiasi AS Tinggalkan Pakistan, Penjelasan Iran Berbeda
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Negosiasi Iran Buntu, Wapres AS JD Vance Sebut Isu Nuklir Jadi Biang Kerok
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260412-Kolase-foto-Presiden-Donald-Trump-dan-Moussa-Ibrahim-belatar-bendera-AS-dan-Iran.jpg)