Rabu, 17 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

AS vs Iran

Peringatan Eks Menteri Libya Agar Tak Percaya Amerika: Banyak Perangkap

Mantan Menteri Informasi Libya melontarkan wanti-wanti keras agar Teheran tidak terbuai oleh janji-janji diplomatik Amerika Serikat.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
HO/IST
BERI PERINGATAN - Kolase foto Presiden Donald Trump dan Moussa Ibrahim belatar bendera AS dan Iran. Di ambang perundingan krusial antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan hari ini, Sabtu (11/4/2026), sebuah suara peringatan dari masa lalu menggema.Mantan Menteri Informasi Libya era Muammar Gaddafi, Moussa Ibrahim, melontarkan wanti-wanti keras agar Teheran tidak terbuai oleh janji-janji diplomatik Washington. 

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance yang memimpin delegasi AS mengatakan tim negosiasinya meninggalkan Pakistan setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Iran.


Vance menyebutkan kekurangan dalam perundingan tersebut dan mengatakan bahwa Iran telah memilih untuk tidak menerima persyaratan Amerika, termasuk untuk tidak membangun senjata nuklir.

"Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat," kata Vance dikutip dari Reuters, Minggu (12/4/2026) pagi.

 "Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kita telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kita."

Vance mengatakan bahwa ia berbicara dengan Presiden AS Donald Trump sebanyak enam kali selama pembicaraan tersebut.

Apa isi pembicaraan?

Pembicaraan delegasi AS dengan Iran di Islamabad merupakan pertemuan langsung pertama AS-Iran dalam lebih dari satu dekade dan diskusi tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam 1979.

Hasilnya dapat menentukan nasib gencatan senjata dua minggu AS dengan Iran.

Termasuk pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, titik rawan bagi sekitar 20 persen pasokan energi global yang telah diblokir Iran sejak perang 28 Februari 2026 lalu.

Konflik tersebut telah menyebabkan harga minyak global melonjak dan menewaskan ribuan orang.

AS mengutus Vance dan utusan khusus Steve Witkoff serta  menantu Trump, Jared Kushner, dalam negoisiasi itu.

Baca juga: Menlu Iran Balas JD Vance: AS Biarkan Netanyahu Serang Lebanon Itu Bodoh

Baca juga: Bupati Tulungagung Ditahan KPK, Hanya Bisa Minta Maaf Usai Kantongi Rp2,7 M

Sementara Iran mengusut Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.

Delegasi Iran tiba pada hari Jumat mengenakan pakaian hitam sebagai tanda berkabung atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan korban lainnya yang tewas dalam perang.

Diperpanjang Satu Hari

Media Iran Tasnim News melaporkan pertemuan maraton antara negosiator Iran dan AS telah berakhir setelah 15 jam dan pembicaraan akan dilanjutkan  hari ini.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
Live
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved