AS vs Iran
Peringatan Eks Menteri Libya Agar Tak Percaya Amerika: Banyak Perangkap
Mantan Menteri Informasi Libya melontarkan wanti-wanti keras agar Teheran tidak terbuai oleh janji-janji diplomatik Amerika Serikat.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance yang memimpin delegasi AS mengatakan tim negosiasinya meninggalkan Pakistan setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Iran.
Vance menyebutkan kekurangan dalam perundingan tersebut dan mengatakan bahwa Iran telah memilih untuk tidak menerima persyaratan Amerika, termasuk untuk tidak membangun senjata nuklir.
"Kabar buruknya adalah kita belum mencapai kesepakatan dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat," kata Vance dikutip dari Reuters, Minggu (12/4/2026) pagi.
"Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan. Kita telah menjelaskan dengan sangat jelas apa batasan kita."
Vance mengatakan bahwa ia berbicara dengan Presiden AS Donald Trump sebanyak enam kali selama pembicaraan tersebut.
Apa isi pembicaraan?
Pembicaraan delegasi AS dengan Iran di Islamabad merupakan pertemuan langsung pertama AS-Iran dalam lebih dari satu dekade dan diskusi tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam 1979.
Hasilnya dapat menentukan nasib gencatan senjata dua minggu AS dengan Iran.
Termasuk pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, titik rawan bagi sekitar 20 persen pasokan energi global yang telah diblokir Iran sejak perang 28 Februari 2026 lalu.
Konflik tersebut telah menyebabkan harga minyak global melonjak dan menewaskan ribuan orang.
AS mengutus Vance dan utusan khusus Steve Witkoff serta menantu Trump, Jared Kushner, dalam negoisiasi itu.
Baca juga: Menlu Iran Balas JD Vance: AS Biarkan Netanyahu Serang Lebanon Itu Bodoh
Baca juga: Bupati Tulungagung Ditahan KPK, Hanya Bisa Minta Maaf Usai Kantongi Rp2,7 M
Sementara Iran mengusut Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Delegasi Iran tiba pada hari Jumat mengenakan pakaian hitam sebagai tanda berkabung atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan korban lainnya yang tewas dalam perang.
Diperpanjang Satu Hari
Media Iran Tasnim News melaporkan pertemuan maraton antara negosiator Iran dan AS telah berakhir setelah 15 jam dan pembicaraan akan dilanjutkan hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260412-Kolase-foto-Presiden-Donald-Trump-dan-Moussa-Ibrahim-belatar-bendera-AS-dan-Iran.jpg)