Sabtu, 30 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Editorial

Terus Tumbuh Menggerakkan Jambi

Tribun Jambi berulang tahun pada hari ini, 17 Maret 2026. Kami menebalkan tekad untuk berkembang lebih baik, merawat kepercayaan publik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yoso Muliawan | Editor: asto s
Dok Tribun Jambi
Pemimpin Redaksi Tribun Jambi Yoso Muliawan 

Itu di bagian hulu. Di bagian hilir, kami juga mengamati bagaimana Sungai Batanghari telah kehilangan ikan khasnya: tapah. Kalau mau baca, ketik “Hilangnya Ikan Tapah Raksasa di Sungai Batanghari Jambi” di mesin pencari. Di koran, kami turunkan judul “Dulu Tapah, Sekarang Sampah”, sebuah ironi bagaimana kini nelayan lebih banyak menemukan sampah, sementara ikan tapah menuju punah.

Ada banyak lagi Liputan Khusus kami, yang rasanya tak cukup ruang untuk tandas dalam satu tulisan ini. Kami pernah mendapati fakta pasokan rokok ilegal menggunakan mobil boks via jalur darat, bagaimana geng motor merekrut anak-anak untuk “kaderisasi”, langgengnya penjarahan benda purbakala di dasar Sungai Batanghari, hingga jejak bisnis BBM ilegal.

Selain merancang isu-isu krusial, peristiwa-peristiwa dari berita Breaking News juga sering menjadi pintu masuk kami untuk menggarap Liputan Khusus, dan itu kerapkali adalah praktik jurnalisme advokasi. 

Sebut satu cerita bagaimana polisi memerkosa anak di Kabupaten Tebo tetapi kasusnya lama mandek. Berkat keteguhan liputan kami, kasus itu berkembang maju hingga sang polisi dipecat dan divonis bersalah. Kasus kekerasan seksual lain yang turut kami kawal adalah pemerkosaan terhadap perempuan 18 tahun di Kota Jambi oleh empat orang, yang dua orang di antaranya polisi. 

Keresahan 5.000 warga Kelurahan Kenali Asam, Kota Jambi, terkait status tanah mereka yang masuk “zona merah” Pertamina juga kami angkat. Baru-baru ini, kami mendorong pemulangan belasan warga Jambi yang tertahan di Kamboja setelah menjadi korban penipuan lowongan kerja.

Inovasi Program

Kembali ke perubahan landskap media, inovasi program sudah seperti rutinitas kami secara berkala. Setengah tahun terakhir, ada "Saksi Kata" sebagai program nasional untuk Wawancara Eksklusif yang menyuguhkan narasumber kunci dari suatu peristiwa atau wacana. Respons di YouTube Tribun Jambi cukup positif dengan jumlah penonton bisa ribuan, belasan ribu, bahkan puluhan ribu, angka yang biasanya sulit tercapai jika mengangkat konten lokal.

Program nasional lain, Local Experience, kami turunkan menjadi rubrik “Jambi Elok” di YouTube. Ini liputan wisata, kuliner, dan seni budaya. Masih di YouTube, live berita dengan nama "Highlight Jambi" terus tayang setiap hari di YouTube. Sementara “Mojok” menjadi ruang berbincang santai dengan tokoh, pejabat, warga, pelaku bisnis, hingga elemen sipil.

Podcast Mojok Tribun Jambi
MOJOK TRIBUN JAMBI - Mojok adalah nama program podcast yang rutin tayang di YouTube Tribun Jambi.

Intip juga Instagram Tribun Jambi, kini sudah penuh konten-konten lokal. Berita-berita dalam format video hingga potongan-potongan tayangan Mojok dan Saksi Kata. Penontonnya ribuan, belasan ribu, ratusan ribu, bahkan sudah ada yang tembus jutaan.

Satu lagi, kami sedang gencar mengenalkan TribunX. Sebuah super apps (aplikasi super) persembahan Tribun Network yang menyediakan konten-konten lokal dari artikel, foto, sampai video. TribunX menghubungkan pengguna se-Indonesia, termasuk Jambi, dengan pengalaman, kekayaan, kekhasan lokal dari seluruh negeri. TribunX adalah penerapan dari slogan “Mata Lokal Menjangkau Indonesia”.

Dari sisi bisnis, kami punya Superhub di portal Tribunjambi.com. Ini ibarat pusat informasi, kegiatan, agenda, yang terangkum dalam satu pintu digital. Relasi dapat mengisinya dengan artikel, foto, video dari media sosial, bahkan membuka ruang dialog, saran dan kritik, tanya jawab dengan stakeholder.

Tim bisnis juga memperkuat produksi video untuk bikin film dan video dokumenter hingga event organizer berupa training dan workshop. Studio podcast dan talkshow turut menjadi inventori yang siap memberi ruang bagi warga dan memenuhi kebutuhan relasi.

Ke depan, tantangan besar adalah artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Jika cermat memakai AI sebagai tools dengan tak meninggalkan sentuhan manusia, berbagai pekerjaan akan lebih efisien. Pada karya jurnalistik, beberapa aplikasi AI justru membantu meningkatkan produktivitas pekerjaan.

Saksi Kata Tribun Jambi
SAKSI KATA - Program Saksi Kata Tribun Jambi menghadirkan narasumber-narasumber kunci dari suatu peristiwa atau wacana.

Menjaga Kepercayaan Publik

Pada akhirnya, bisnis media adalah bisnis kepercayaan. Apabila kerja-kerja dan karya-karya jurnalistik kami memiliki pengaruh, maka publik akan percaya, yang pada gilirannya akan berdampak secara bisnis. Kami mesti menjaga kepercayaan itu. 

Dan, eksis secara bisnis berarti kami dapat bertahan bahkan berkembang lebih baik, yang efek berikutnya adalah kami bisa konsisten menelurkan karya-karya jurnalistik bermutu dalam praktik jurnalistik beretika.

Ini bagai dua sisi mata uang, juga mungkin mirip mana lebih dulu antara ayam dan telur: redaksi (kerja dan karya jurnalistik) lebih utama atau bisnis (advertising, event organizer, dan lainnya) lebih utama. Tapi begitulah media, pergulatannya sudah seperti itu sedari dulu.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved