Kamis, 28 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Editorial

Terus Tumbuh Menggerakkan Jambi

Tribun Jambi berulang tahun pada hari ini, 17 Maret 2026. Kami menebalkan tekad untuk berkembang lebih baik, merawat kepercayaan publik.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yoso Muliawan | Editor: asto s
Dok Tribun Jambi
Pemimpin Redaksi Tribun Jambi Yoso Muliawan 

Selain portal Tribunjambi.com serta saluran YouTube dan Facebook Tribun Jambi, penyebaran informasi menyasar ke Instagram dan TikTok. Selain Breaking News, redaksi memperkuat laporan lapangan dengan live (siaran langsung). 

Rubrik Wawancara Eksklusif bertransformasi ke podcast dan talkshow di studio dengan nama program “Mojok Tribun Jambi”. Saban hari, berita bukan sekadar tulisan, tetapi juga siaran streaming.

Tim bisnis mengembangkan program Kanal di portal Tribunjambi.com. Ini ruang bagi relasi yang ingin memublikasikan artikel-artikel kegiatan. Tidak cuma berkutat pada advertising dan event organizer, tim bisnis bergerak ke produksi film dan video dokumenter. Hard selling bertahan, soft selling menggeliat.

Sementara fungsi kontrol sosial konstan jalan. Ingatkah Anda dengan kasus perwira tinggi Irjen Pol Ferdy Sambo menembak Brigadir Josua hingga tewas? Tribun Jambi terbilang media pertama yang mengangkat kasus tersebut dan konsisten mengawalnya. Kami mencoba mempraktikkan jurnalisme advokasi: menyuarakan kebenaran sebagai kewajiban pertama jurnalisme, berpihak kepada korban yang mengalami ketidakadilan. Ini masterpiece, mahakarya jurnalistik kami.

Tribun Jambi berhasil bertahan hingga pagebluk usai. Jumlah personel memang berkurang sebagaimana banyak media mengalami, tetapi justru bikin lincah. Kami sintas karena kami yakin jurnalisme tak akan mati, hanya rupa medianya, bentuk penyebaran informasinya yang berganti.

Menegaskan Fungsi Watchdog

Dan hari ini, dalam kesederhanaan, Tribun Jambi merayakan ulang tahun ke-16. Mengusung tema “Terus Tumbuh Menggerakkan Jambi”, sebuah ikhtiar untuk terus mendorong kemajuan Jambi melalui berita-berita inspiratif, edukatif, sekaligus kontrol sosial, dengan menyuarakan orang-orang yang tak punya ruang bersuara, mengadvokasi ketidakadilan dan marginalitas.

Sejak tahun 2025 lalu, kami telah menegaskan kembali posisi untuk “semakin lokal, semakin digital”. Menekankan bahwa Tribun Jambi adalah media masyarakat Jambi yang mengedepankan lokalitas pada konten-kontennya, baik di portal, media sosial, maupun koran.

Headline (laporan utama) sehari-hari di portal dan koran selalu lokal. Kalaulah ada isu regional, biasanya seputar Sumatra terutama bagian selatan, pun isu nasional bahkan internasional bernilai berita tinggi, kami berupaya menyajikan perspektif lokal: apa relevansinya bagi masyarakat Jambi, apa makna isu itu untuk Jambi, apa dampak dan benefitnya bagi Jambi.

Liputan Khusus masih konsisten hadir minimal empat kali dalam sebulan. Kami tetap mendesain dan menggarapnya secara mendalam untuk menegaskan fungsi watchdog kami: anjing penjaga bagi pengambil kebijakan. 

Coba cek berita berjudul “Bopeng-bopeng Jalan Nasional” di mesin pencari. Kami mengingatkan pemerintah pusat tentang buruknya kondisi jalan nasional di Provinsi Jambi, terutama yang masuk wilayah perkotaan, juga di perbatasan kota-kabupaten, dan di kabupaten-kabupaten.

Pada sektor lingkungan, jika otokritik kepada media selama ini adalah tak menyediakan ruang memadai untuk pemberitaan lantaran bukan “isu seksi”, tidak demikian dengan Tribun Jambi. Kami justru kerap menjadikan isu lingkungan sebagai jagoan Liputan Khusus.

Coba telusuri mesin pencari mengenai kerusakan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh Jambi. Dalam 35 tahun terakhir, luas hutan berkurang dari 140.374 hektare menjadi 138.938 hektare, atau menyusut 1.436 hektare. Kami mengulas di balik kondisi tersebut, bagaimana pertambangan dan perkebunan kelapa sawit memberi sumbangsih.

Taman Nasional Berbak Sembilang tidak luput dari sorotan kami, dan tentu tak ketinggalan soal Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Pada judul berita “Setengah Hutan Jambi Lenyap”, terungkap 933 ribu hektare tutupan hutan Jambi hilang dalam 25 tahun akibat izin-izin perusahaan, penambangan emas tanpa izin (PETI), dan illegal logging. Ini ambang bencana ekologis bagi Jambi.

Liputan Khusus Tribun Jambi
LIPUTAN KHUSUS - Satu di antara liputan-liputan khusus Tribun Jambi yang menyoroti berbagai persoalan di Jambi.

Selain TNKS, Kabupaten Kerinci menyimpan banyak hal. Meskipun jauh dari pusat Kota Jambi, sekitar 10 jam perjalanan darat, tak menyurutkan kami untuk mengangkat isu Kerinci. Jangan sampai bias perkotaan dan kabupaten sekitarnya.

Danau Kerinci genting akhir-akhir ini. Dalam Liputan Khusus kami, nelayannya nelangsa karena danau itu mengering. Luas permukaan danau susut 70 hektare dalam setahun ini.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved