Rabu, 20 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Relasi Kuasa dan Modus Dua Guru Silat di Olak Kemang Nodai Belasan Murid

Dua guru silat di Jambi ditangkap polisi setelah melakukan tindakan asusila terhadap belasan muridnya.

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ
Dok/Polisi
DIAMANKAN POLISI - Husni dan Heri, guru silat dan senior silat Delapan Penjuru Mata Angin (DPMA) di Olak Kemang diamankan polisi setelah dilaporkan melakukan tindakan asusila terhadap muridnya. 

Alion menyampaikan, pihaknya saat ini tengah melakukan investigasi terhadap perguruan silat yang tidak terdaftar.

“Kalau tidak terdaftar, kami laporkan ke Kesbangpol. Takutnya, hal hal menyimpang yang tidak diinginkan terjadi,” terangnya.

Ia menambahkan, IPSI Kota Jambi akan terus memantau baik perguruan silat yang terdaftar maupun yang tidak terdaftar di bawah naungannya.

Satu di Antara Korban Hamil

Seorang remaja perempuan berinisial IZ (16) harus mengubur mimpinya setelah diketahui hamil delapan bulan.

Ia diduga menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan guru silatnya, Husni (38), yang kini telah diamankan oleh Polresta Jambi.

Kasus ini baru terungkap pada November 2025, saat IZ mengaku tengah hamil. Dari pengakuannya, diketahui terdapat enam korban lainnya dengan kasus serupa.

Hingga kemarin, sedikitnya tujuh korban telah terdata, namun baru lima orang yang melaporkan peristiwa tersebut ke Unit PPA Polresta Jambi.

Akibat kejadian ini, IZ yang masih duduk di kelas XI SMA diminta pihak sekolah untuk mengundurkan diri.

Sebelumnya, IZ bersama beberapa temannya dan sang adik aktif mengikuti latihan silat di padepokan Delapan Penjuru Mata Angin (DPMA). Di padepokan tersebut, para siswa mendapatkan pelatihan bela diri dan berbagai jurus silat.

Sebagian besar siswa berusia antara 9 hingga 17 tahun dan mengikuti latihan fisik secara rutin.

IZ mengungkapkan, sejak akhir 2024 dirinya mulai diajarkan teknik pernapasan oleh gurunya.

Korban Takut Cerita

Awalnya, IZ tidak menaruh curiga. Namun sekitar April atau Mei 2025, IZ mengaku diminta menjalani apa yang disebut sebagai “tujuh misi” dengan dalih bagian dari proses latihan silat.

“Dibagi misi tujuh kali, kami sempat berontak juga,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved