Keributan di Kampus UIN STS Jambi

Bendera HMI Diinjak-injak, Ricuh HMI vs PMII saat Pengenalan Mahasiswa di UIN STS Jambi

"Ya, mereka merampas bendera kami (HMI) dan langsung diinjak-injak. Bahkan spanduk kami yang ada di luar kampus mereka ambil dan injak-injak".

Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
Tribunjambi.com/HO
KERICUHAN - Hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Jambi pada Rabu (27/8/2025) sore berakhir ricuh. Keributan antara organisasi HMI vs PMII. 

"Kita sudah membuat laporan kepolisian sekitaran pukul 01.00 dini hari tadi," ujarnya.
Wahyu menuturkan sebenarnya ada banyak korban dalam peristiwa tersebut, namun hanya cedera ringan, yang mengalami luka serius hanya saru orang. 

Presma Akan Mediasi

Presiden Mahasiswa UIN STS Jambi, Muhammad Rizki Agung, mengatakan pengeroyokan terjadi setelah berakhirnya rangkaian acara PBAK untuk mahasiswa baru.

"Itu di luar kendali kami. Kami sebagai fasilitator akan mengambil sikap dan memediasi dan menelusuri kejadian tersebut," katanya.

Akibat dari kejadian tersebut, ada seorang mahasiswa yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka di kepala. "Kalau laporan korban, kami belum dapat informasi," sebutnya. 

Ketua Komisariat PMII UIN STS Jambi Jelaskan

Hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Jambi pada Rabu (27/8/2025) sore berakhir ricuh. 

Kericuhan yang terekam dalam video viral di media sosial tersebut diduga melibatkan dua organisasi kampus, yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Ketua Komisariat PMII UIN STS Jambi, Ahmad Khotib Lubis, menjelaskan kericuhan bermula saat sekelompok kader HMI datang ke kampus UIN Jambi

Mereka disebut berencana mengibarkan bendera HMI di area penutupan PBAK sekaligus merekrut mahasiswa baru.

"Mereka datang dengan niat mengibarkan bendera HMI dalam rangka menyambut penutupan PBAK, sekaligus melakukan perekrutan terhadap mahasiswa baru," ujar Ahmad.

Ahmad mengaku sempat mencoba berdialog untuk mencegah konflik, terutama karena sebagian kader HMI yang hadir juga berasal dari luar kampus.

Ia mengatakan, mediasi pertama dengan Koordinator Komisariat (Korkom) HMI UIN Jambi tidak membuahkan hasil. Pihak HMI mengklaim memiliki legalitas dari rektorat untuk mengibarkan bendera, sementara PMII sendiri tidak mendapatkan izin serupa.

Pada mediasi kedua, Ahmad menawarkan kompromi agar HMI bisa mengibarkan bendera saat acara penutupan, lalu segera meninggalkan area kampus demi menjaga kondusivitas. 
Ia juga menjamin keamanan selama aksi tersebut.

Namun, menurut Ahmad, mediasi ketiga menemui jalan buntu. Pihak HMI bersikeras akan tetap berada di kampus hingga seluruh mahasiswa baru keluar dari Auditorium. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved