Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tragedi PETI di Sarolangun

Mereka yang Mencari Hidup dan Tertimbun Longsor PETI di Sarolangun Jambi

Total ada 12 korban: delapan penambang meninggal dunia dan empat mengalami luka-luka setelah tertimbun longsor di Sarolangun pada Selasa (20/1/2026).

|
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Frengky Widarta
PETI DI SAROLANGUN - Polres Sarolangun menyegel area penambangan emas tanpa izin (PETI) Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Kamis (22/1/2026). Delapan orang tewas dan empat luka-luka karena tertimbun longsor di lokasi tambang emas ilegal itu pada Selasa (20/1/2026) lalu. 

"Mendapat laporan tersebut, kami langsung menuju lokasi untuk memastikan. Ternyata benar, telah terjadi longsor di lokasi tambang," ujar Supriadi kepada Tribun Jambi.

Setibanya di lokasi, warga dari Desa Temenggung dan desa sekitar sudah berkumpul dan melakukan evakuasi secara swadaya.

Proses pencarian korban berlangsung hingga malam hari sekitar pukul 21.00 WIB.

Menurut Supriadi, seluruh korban berhasil ditemukan pada malam pertama.

Dari pendataan awal, delapan orang dinyatakan meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

"Korban luka ada yang mengalami patah tulang, ada juga yang hanya luka gores. Total korban luka sekitar 12 hingga 14 orang," katanya.

Ia menjelaskan, mayoritas korban merupakan penambang yang hanya menumpang atau ikut bekerja di lokasi tersebut.

Selain warga Desa Temenggung, beberapa korban berasal dari luar desa.

Peristiwa longsor itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 15.30–16.00 WIB.

Aparat Polri bersama TNI langsung turun ke lokasi pada malam hari untuk pengamanan dan membantu evakuasi.

Namun, karena kondisi tanah yang labil dan hujan yang masih mengguyur, evakuasi sempat dihentikan sementara.

"Lokasinya cukup berbahaya. Malam itu kami sepakat menghentikan sementara evakuasi karena hujan dan kondisi tanah yang rawan longsor," jelas Supriadi.

Evakuasi dilanjutkan keesokan harinya, Rabu (21/1/2026), dengan melibatkan unsur Polri, TNI, Damkar, PMI, dan tim terkait lainnya untuk memastikan tidak ada korban tersisa.

Pernah Memakan Korban

Supriadi mengungkapkan bahwa aktivitas PETI di wilayah tersebut telah berlangsung lama.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved