Tragedi PETI di Sarolangun
Pemilik Lahan PETI di Sarolangun Kabur setelah 8 Orang Tewas Terkubur Longsor
Pemilik lahan di Desa Temenggung, Kabupaten Sarolangun, yang diduga menjadi lokasi PETI dilaporkan kabur saat hendak diamankan polisi
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Mareza Sutan AJ
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Pemilik lahan di Desa Temenggung, Kabupaten Sarolangun, yang diduga menjadi lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dilaporkan kabur saat hendak diamankan aparat kepolisian.
Sebagaimana diketahui, pada Selasa (20/1/2026) lalu, delapan pekerja tewas tertimbun material tanah ketika tengah melakukan aktivitas penambangan emas di kawasan tersebut.
Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hadi Handoko, menyampaikan bahwa identitas pemilik lahan sudah diketahui pihak kepolisian, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Pemilik lahan itu diketahui berinisial ID dan merupakan warga Kabupaten Sarolangun.
"Masih proses penyelidikan, pemiliki lahan sudah teridentifikasi. Namun kami masih mencari pemilik lahan karena saat kami datangi rumahnya, dia sudah meninggalkan rumah," jelas Hadi Handoko.
Ia menerangkan bahwa ID diduga menghilang sejak peristiwa longsor yang menewaskan delapan pekerja tersebut.
"(Dia menghilang) Sejak kejadian itu," sebutnya.
Terkait dugaan peran pemilik lahan sebagai pemodal dalam aktivitas tambang ilegal tersebut, Hadi Handoko belum memberikan penjelasan rinci.
Ia menegaskan bahwa saat ini fokus penyelidikan diarahkan untuk mengetahui keberadaan ID.
"Kita belum tau karena harus meminta keterangan langsung. Mohon doanya," kata dia.
Sebagai informasi, peristiwa longsor di lokasi PETI Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, menelan korban jiwa.
Para penambang yang menggantungkan hidup dari aktivitas ilegal tersebut tertimbun material longsoran.
Total terdapat 12 korban, terdiri dari delapan orang meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka akibat tertimbun longsor pada Selasa (20/1/2026).
Korban tewas diketahui merupakan pekerja PETI yang berasal dari beberapa desa di wilayah Kabupaten Sarolangun, yakni Kandar (40), Tabri (46), dan Sila (22) warga Dusun Mengkadai; Oto (40) warga Desa Mensao; Iril (50) warga Desa Lubuk Sayak; Shirun (35) warga Desa Pulau Pandan; serta A dan KK.
Sementara korban yang mengalami luka-luka berinisial IM, S, IS, dan P.
| 12 Nyawa Terenggut PETI di Sarolangun Awal Tahun Ini sementara Pemilik Kabur |
|
|---|
| Identitas 4 Pekerja Tambang Emas Ilegal yang Tewas di Sarolangun |
|
|---|
| 2 Warga Sumsel dan 1 Warga Bengkulu Tewas Dalam Tragedi Tambang Emas Ilegal Sarolangun |
|
|---|
| Lagi, Tambang Emas Ilegal di Sarolangun Makan Korban, 4 Pekerja Tewas |
|
|---|
| Setelah 8 Orang Tewas, Pemilik Lahan PETI di Sarolangun Inisial ID Menghilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/PETI-DI-SAROLANGUN-Polisi-mengevakuasi-korban-tewas.jpg)