Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tragedi PETI di Sarolangun

Mereka yang Mencari Hidup dan Tertimbun Longsor PETI di Sarolangun Jambi

Total ada 12 korban: delapan penambang meninggal dunia dan empat mengalami luka-luka setelah tertimbun longsor di Sarolangun pada Selasa (20/1/2026).

|
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Frengky Widarta
PETI DI SAROLANGUN - Polres Sarolangun menyegel area penambangan emas tanpa izin (PETI) Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Kamis (22/1/2026). Delapan orang tewas dan empat luka-luka karena tertimbun longsor di lokasi tambang emas ilegal itu pada Selasa (20/1/2026) lalu. 

Di sepanjang jalur, tak terlihat permukiman penduduk.

Perjalanan juga mengharuskan menyeberangi sungai kecil serta melewati jembatan gantung sepanjang sekitar 30 meter.

"Ini nyeberang, di bawahnya anak Sungai Batang Asai. Jalannya licin," lanjut Supriadi.

Kontras dari Hijau ke Cokelat

Sekitar 30 menit perjalanan, suasana berubah drastis.

Hamparan hijau perkebunan berganti dengan bentangan tanah cokelat tanpa pepohonan.

Kondisi tanah tampak rusak, terbalik-balik, dan penuh lubang galian dengan kedalaman bervariasi, mulai dari satu hingga lebih dari tiga meter.

Sebagian lubang terisi air, sebagian lainnya kering. Gundukan tanah hasil galian terlihat tersebar di berbagai titik.

"Di bagian lubang galian seperti inilah korban meninggal," tutur Supriadi sambil menunjuk area bekas longsor.

PETI DI SAROLANGUN - Polisi mengevakuasi korban tewas di penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sarolangun. Ada delapan penambang tewas tertimbun reruntuhan tebing penambangan emas ilegal di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung , Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun pada Selasa (20/1/2026) sore.
PETI DI SAROLANGUN - Polisi mengevakuasi korban tewas di penambangan emas tanpa izin (PETI) di Sarolangun. Ada delapan penambang tewas tertimbun reruntuhan tebing penambangan emas ilegal di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung , Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun pada Selasa (20/1/2026) sore. (Tribunjambi.com)

Di tengah area tersebut, tampak struktur kayu setinggi sekitar tiga meter yang disusun menyerupai rangka penyangga papan.

Menurut Kepala Desa, struktur itu digunakan untuk menyaring tanah hasil galian PETI.

Terlihat pula pipa panjang berdiameter sekitar tiga inci yang difungsikan untuk mengalirkan air.

Evakuasi Malam Hari

Supriadi menuturkan, peristiwa nahas tersebut pertama kali diketahui dari laporan warga pada Selasa (20/1) sore.

Saat itu, ia sedang mengunjungi warga seusai salat zuhur.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved