Berita Kota Jambi

Chromebook Kemendikbud Bantu Sekolah di Jambi, tapi Jumlahnya Masih Jauh dari Cukup

Bantuan Chromebook dari Kemendikbud sangat mendukung pembelajaran dan ujian di sekolah-sekolah Kota Jambi, namun keterbatasan jumlah

Penulis: tribunjambi | Editor: Nurlailis
Tribunjambi.com/ Khusnul Khotimah
CHROMEBOOK - Bantuan Chromebook dari Kemendikbud sangat mendukung pembelajaran dan ujian di sekolah-sekolah Kota Jambi, namun keterbatasan jumlah perangkat menjadi masalah besar. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bantuan Chromebook dari Kemendikbud sangat mendukung pembelajaran dan ujian di sekolah-sekolah Kota Jambi, namun keterbatasan jumlah perangkat menjadi masalah besar. 

Sekolah-sekolah seperti SMPN 26 dan TK Islam Diniyyah Al-Azhar mengatakan bahwa kebutuhan akan perangkat teknologi ini terus meningkat, sementara jumlah yang tersedia masih jauh dari cukup.

 Di Kota Jambi, SMPN 26 yang berada di Jalan Liphosos Kelurahan Bakung Jaya yang baru berdiri tiga tahun lalu, menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan perangkat.

Baca juga: Sekolah di Jambi Terima Chromebook, Tapi Pemanfaatan Masih Terbatas

Kepala Sekolah Arianto menjelaskan bahwa sekolahnya hanya menerima 15 unit Chromebook, satu unit infokus dan satu unit Router wifi yang digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pembelajaran, termasuk ujian dan asesmen.

 Ia menegaskan bahwa jumlah ini sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan seluruh siswa dan guru.

"Kami kekurangan perangkat untuk mendukung ujian dan kegiatan belajar lainnya. Idealnya, kami membutuhkan 45 unit," kata Arianto, Rabu (16/7/2025). 

Untuk mengatasi masalah ini, sekolah terpaksa mengatur ujian dalam tiga sesi agar semua siswa bisa mendapatkan giliran menggunakan perangkat.

Meskipun Chromebook telah digunakan lebih dari 160 menit setiap hari, baik untuk kegiatan belajar daring maupun ujian, keterbatasan perangkat memaksa sekolah untuk mencari solusi sementara yang belum sepenuhnya optimal.

Baca juga: INVESTASI Google ke Gojek Larinya Chromebook? Kejagung Curigai Dana Rp16 T yang Bikin Heboh

Arianto juga mengatakan kekhawatirannya mengenai aplikasi Microsoft Office yang tidak tersedia di perangkat Chromebook.

"Kurangnya aplikasi Office menjadi kekurangan signifikan, terutama untuk pelajaran TIK, yang sangat bergantung pada aplikasi ini," ujar Arianto. 

 Ia berharap ada penambahan unit untuk memastikan seluruh siswa dan guru dapat mengakses perangkat dengan lancar. 

"Untuk keperluan belajar dan mengajar kami membutuhkan lebih banyak perangkat," tambahnya. 

Di TK Islam Diniyyah Al-Azhar menerima satu unit Chromebook satu unit infokus dan satu unit Router wifi dari Kemendikbud sekira tahun 2022. 

Meskipun perangkat ini sangat membantu dalam beberapa kegiatan pembelajaran, jumlah yang terbatas membuat penggunaannya tidak maksimal. Kepala Sekolah Indah Suarti menjelaskan hanya menerima satu unit choromebook. 

"Kami hanya menggunakannya untuk kegiatan khusus, seperti menonton bersama dan pemetaan nilai AKM," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved