Polemik di Papua
KKB Papua Bantah 4 Anggota Ikrar Setia ke NKRI, Sebby Sambom: Bukan Bagian dari TPNPB-OPM!
Klaim TNI mengenai empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau disebut KKB Papua yang menyatakan ikrar setia kepada NKRI dibantah TPNPB-OPM.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
KKB Papua Bantah 4 Anggota Ikrar Setia ke NKRI, Sebby Sambom: Bukan Bagian dari TPNPB-OPM!
TRIBUNJAMBI.COM – Klaim TNI mengenai empat anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau disebut KKB Papua yang menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Rabu (9/7/2025), tuai bantahan keras dari kelompok separatis.
Bantahan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) itu melalui juru bicaranya, Sebby Sambom.
Sebby secara tegas menyatakan bahwa keempat individu tersebut bukanlah bagian dari struktur pasukan mereka.
"Itu lagu lama dan tidak berlaku lagi. Mereka bukan anggota TPNPB," kata Sebby Sambom.
Pernyataan Sebby ini merupakan respons langsung terhadap informasi dari TNI yang menyebut empat orang dari komando daerah pertahanan (Kodap) III Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, telah berikrar setia kepada NKRI.
Keempat nama yang disebut adalah
- Yopi Tabuni
- Erenus Tabuni
- Kilistus Murib
Baca juga: TITIK Balik Damai di Sinak: 4 Anggota KKB Papua Kembali ke Pelukan NKRI, Pendekatan Humanis Berhasil
Baca juga: RESPON Pertamina soal Riza Chalid Cs Tersangka Baru Korupsi Tata Kelola Minyak: Hormati Proses Hukum
Baca juga: ULAH Riza Chalid Cs Rugikan Negara Rp285 Tiliun, Kejagung: 9 Tersangka Tata Kelola Minyak Pertamina
- Endan Tabuni
Keempatnya diklaim berasal dari kelompok pimpinan Tenius Kulua dan Kalenak Murib.
TNI Klaim Anggota Aktif, Sebut Pendekatan Humanis
Prosesi ikrar kesetiaan yang berlangsung di halaman Kantor Koramil 1717-02/Sinak pada Rabu (9/7/2025), itu disajikan oleh TNI sebagai bukti keberhasilan pendekatan humanis.
Dalam acara tersebut, keempatnya melafalkan ikrar, menandatangani dokumen, serta memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih sebagai simbol kembalinya mereka ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, bersikukuh bahwa keempatnya adalah anggota aktif TPNPB-OPM.
"Iya (bagian TPNPB-OPM)," ujar Kristomei saat dimintai konfirmasi pada Kamis malam.
Menurutnya, kejadian ini adalah bagian dari pendekatan humanis dan dialogis TNI dalam menyelesaikan konflik di Papua.
"TNI menjalankan tugasnya dengan menjunjung tinggi prinsip legalitas, kehati-hatian, serta perlindungan terhadap warga sipil," tambah Kristomei.
Dia juga menambahkan bahwa siapa pun yang meninggalkan jalan kekerasan patut didukung untuk membangun masa depan Papua yang damai dan bermartabat.
"Kami selalu menyambut siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi," katanya.
Kolaborasi Damai Cartenz: Buah Sinergi Semua Pihak
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Ramadhani, mengamini klaim TNI.
Baca juga: KKB Tak Yakin Wapres Gibran Mampu Selesaikan Masalah Papua, Sebby: Apa Kualifikasinya? Anak Ingusan
Baca juga: KEANEHAN Kematian Briadir Nurhadi: Polisi Seolah Ulur Waktu Tetapkan Tersangka, Ada Relasi Kuasa?
Dia menyebut proses kembalinya sejumlah mantan anggota OPM ke pangkuan NKRI merupakan hasil kerja kolaboratif semua pihak.
"Proses kembali ke pangkuan NKRI ini tidak berdiri sendiri, tapi merupakan buah dari sinergi seluruh elemen—aparat keamanan, pemerintah, dan tokoh-tokoh lokal. Kami percaya bahwa Papua yang aman dan sejahtera bisa diwujudkan melalui pendekatan yang menyentuh hati," ujar Faizal dalam keterangan resminya, Rabu, 9 Juli 2025.
KKB Papua: Perjuangan Berlanjut, Klaim TNI Berulang
Namun, pernyataan-pernyataan dari pihak TNI dan Polri ini dianggap TPNPB sebagai "lagu lama" yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Sebby Sambom menegaskan bahwa perjuangan bersenjata yang dilakukan TPNPB-OPM tetap berjalan dan tidak terpengaruh oleh klaim pengembalian individu yang, menurut mereka, tak lagi aktif dalam organisasi.
Kontroversi seputar identitas dan status empat individu yang berikrar setia ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika konflik di Papua.
Klaim dan bantahan yang saling bertolak belakang menjadi bagian dari narasi perang informasi antara Jakarta dan kelompok separatis di Bumi Cenderawasih.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.