Berita Kerinci

Wanita yang Ditemukan di Kebun di Kerinci Jambi, Diduga Korban Pembunuhan

Jasad perempuan yang ditemukan di kawasan perkebunan warga di Desa Pendung Mudik, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Jambi, diduga korban pembun

Editor: Suci Rahayu PK
ist
ILUSTRASI MAYAT 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jasad perempuan yang ditemukan di kawasan perkebunan warga di Desa Pendung Mudik, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Jambi, diduga merupakan korban pembunuhan.

Dugaan pembunuhan ini sedang dalam penyelidikan Polres Kerinci.

“Ya, (ada indikasi pembunuhan), dan sedang dalam penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prastyawan, dikutip dari laman Kompas.com, Selasa (1/7/2025).

PENEMUAN MAYAT - Penemuan mayat wanita diduga hamil tanpa identitas di Kerinci, Kamis (26/6/2025) sore.
PENEMUAN MAYAT - Penemuan mayat wanita diduga hamil tanpa identitas di Kerinci, Kamis (26/6/2025) sore. (Istimewa)

Korban diketahui bernama Leni Siswanti. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Kamis, 26 Juni 2025, sekitar pukul 18.00 WIB. 

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua warga, Arlis dan Pipin, yang saat itu sedang berada di kebun mereka.

Proses Otopsi

Jenazah Leni Siswanti (35), wanita yang ditemukan meninggal dunia secara misterius di wilayah perladangan Desa Pendung Mudik, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Jambi telah menjalani proses otopsi pada Sabtu (28/6/2025) di Rumah Sakit Umum Mayjen HA Thalib Sungai Penuh.

Proses otopsi dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan selesai sekitar pukul 12.00 WIB, dilakukan oleh Tim Forensik dari RSCM Padang, dipimpin langsung oleh dr. Rika Susanti, Sp.F.

Baca juga: Ada Bau Tak Sedap dari Mulut Wanita Ditemukan Tewas di Areal Ladang Kerinci, Keluarga Minta Otopsi

Baca juga: BUDI Prajogo Pasrah Dicopot PKS dari Waka DPRD Banten Buntut Kasus Viral Titip Siswa di SPMB 2025

Menurut dr. Rika Susanti, seluruh organ tubuh korban, baik bagian luar maupun dalam, telah diperiksa secara menyeluruh.

Sampel dari berbagai organ juga telah diambil untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

“Pemeriksaan kami lakukan mulai dari kepala, otak, tulang tengkorak, leher, kelenjar leher, jantung, paru-paru, ginjal, limpa, hati, hingga organ perut. Semua sudah kami otopsi dan ambil sampelnya,” ungkap dr. Rika.

Ia menjelaskan bahwa kondisi jenazah masih segar dan tidak mengalami pembusukan, sehingga pelaksanaan otopsi dapat dilakukan tanpa hambatan berarti. 

Proses pemeriksaan berlangsung sekitar tiga jam.

Meski proses otopsi telah selesai, penyebab pasti kematian Leni Siswanti belum dapat disimpulkan. 

Tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel yang telah dikirim.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved