Anak Penderita Sindrom SJS Meninggal

Pesan Raffi jelang Detik Terakhirnya: Ibu Jagain Abang, Jangan Sampai Sakit

M Raffi Akbar, anak laki-laki berusia 7 tahun yang sebelumnya didiagnosis menderita penyakit langka Steven Johnson Syndrome (SJS), meninggal pada Rabu

Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
PESAN UNTUK IBU - M Raffi Akbar, anak laki-laki berusia 7 tahun yang didiagnosis mengalami SJS menitipkan pesan pada ibunya. Dia minta ibunya menjaga saudara kembarnya, M Raffa Akbar. 

Di tengah duka yang mendalam, kondisi kesehatan Raffa pun turut menjadi perhatian. Diketahui, Raffa saat ini sedang mengalami demam. 

Momen perpisahan ini menjadi sangat emosional, mengingat kedekatan dua bocah kembar tersebut. 

RUMAH DUKA - Suasana duka di rumah Jalan Abadi RT 19, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, saat Raffa bertemu Raffi Akbar, saudara kembarnya yang meninggal akibat penyakit langka Stevens-Johnson Syndrome, Rabu (2/7/2025).
RUMAH DUKA - Suasana duka di rumah Jalan Abadi RT 19, Kelurahan Simpang Rimbo, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, saat Raffa bertemu Raffi Akbar, saudara kembarnya yang meninggal akibat penyakit langka Stevens-Johnson Syndrome, Rabu (2/7/2025). (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)

Sampaikan Kalimat Menyentuh

Kalimat menyentuh hati disampaikan oleh Raffi--seorang anak yang tengah sakit Steven Jhonson Sindrom--sebelum mengembuskan napas terakhir, kepada ibunya. 

Di tengah kondisi kesehatannya yang terus menurun, Raffi masih memikirkan saudara kembarnya, Raffa.

Pesan tersebut kemudian dibagikan oleh ibunda Raffi kepada warga, sebagai bentuk kenangan terakhir yang mengharukan.

Dalam pesan yang dikirim melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Minggu (29/6), sang ibu mengutip ucapan Raffi.

"Ibu jagain abang. Jangan sampai abang sakit. Biar adek bae yang sakit," demikian tutur Raffi seperti yang disampaikan Novitasari, ibunya.

Setelah mengucapkan kalimat itu, Raffi membuang muka dan tidak lagi menatap sang ibu.

Menurut sang ibu, Raffi saat itu berusaha menahan tangis, seolah tidak ingin ibunya melihat kesedihannya.

"Mungkin dia tahan nangisnya, dak mau buat aku sedih," ujar sang ibu dalam pesan tersebut.

Ucapan sederhana itu menjadi pesan terakhir Raffi sebelum ia menghembuskan napas terakhir pada Rabu dini hari.

Hingga saat-saat terakhir, Raffi tetap ditemani Raffa, saudara kembarnya yang selalu berada di sisinya.

Raffa memegang tangan Raffi saat detik-detik terakhir Raffi menutup mata untuk selama-lamanya.

"Memang si kembar ini sangat dekat, ke mana-mana selalu bersama. Dan sampai di akhir pun, Raffi menunggu Raffa untuk berada di sampingnya, memegang tangannya, baru ia tutup usia," ujar seorang warga.

(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

 

Baca juga: Raffa Menangis Lihat Jenazah Saudara Kembarnya Raffi Akbar, Anak di Jambi Kena Penyakit Langka

Baca juga: 15 Tahun Wanita Paruh Baya Ini Tinggal di Toilet Umum dan Bayar Rp1 Juta per Tahun

Baca juga: 935 Warga Iran Tewas akibat Serangan Israel, termasuk 140 Perempuan dan Anak-Anak

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved