Berita Internasional
RUDAL Iran Hantam Kota Israel, 3 Warga Tewas, Netanyahu Bungkam Soal Gencatan Senjata
Tiga warga dilaporkan tewas dalam hantaman rudal Iran yang diluncurkan ke Kota Beersheba, Israel. Serangan tersebut membuat sirene peringatan berbunyi
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
RUDAL Iran Hantam Kota Israel, 3 Warga Tewas, Netanyahu Bungkam Soal Gencatan Senjata
TRIBUNJAMBI.COM - Tiga warga dilaporkan tewas dalam hantaman rudal Iran yang diluncurkan ke Kota Beersheba, Israel.
Serangan tersebut membuat sirene peringatan terus berbunyi di Kota tersebut.
Dilansir Tribunjambi.com dari Al Jazeera, sirene yang berbunyi di sejumlah wilayah tersebut dalam penyerangan gelombang ketiga.
Penyerangan yang dilakukan Iran tersebut pasca Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Israel.
Militer Israel mengeluarkan peringatan kelima atas ancaman serangan rudal dari Iran dan meminta masyarakat untuk tetap berada di tempat perlindungan.
Mereka mengeklaim tengah mengintersep semua roket yang ditembakkan.
Sebelumnya, pihak Iran menyatakan akan menghentikan serangan balasan jika Israel terlebih dahulu menghentikan agresinya.
Namun, Iran belum memberikan pernyataan terkait serangan terkini ke wilayah Israel.
Baca juga: IRAN Bantah Donald Trump Klaim Gencatan Senjata dengan Israel: Tak Sepakat, Kecuali Zionis Stop
Baca juga: FAKTA BARU Kasus Mutilasi dan Serial Killer Wanda di Sumbar: Keluarga Temukan 6 Potongan Tubuh Dinda
Baca juga: Rocky Gerung Duga Jokowi Idap Psikosomatik, Apa dan Mengapa Demikian? Singgung Mainan Politik
Meski Presiden Trump menyebut akan ada “gencatan senjata penuh dan total”, baik Israel maupun Iran belum secara resmi menyatakan komitmennya terhadap kesepakatan itu.
Di sisi lain, Iran kembali kehilangan salah satu tokoh penting dalam program nuklirnya.
Menurut stasiun Press TV, ilmuwan nuklir bernama Sedighi Saber tewas dalam serangan udara Israel di Teheran.
Laporan awal menyebutkan bahwa serangan terjadi di dekat jalan utama Ferdowsi dan Vali Asr, kawasan sibuk di pusat ibu kota Iran.
Saber menjadi nama terbaru dalam deretan ilmuwan nuklir Iran yang menjadi target serangan sejak Israel memulai operasi militernya terhadap fasilitas nuklir Iran.
Israel belum memberikan komentar resmi atas laporan kematian Saber.
Namun, pembunuhan tokoh penting seperti Saber menambah kerentanan upaya deeskalasi dan dapat memicu balasan lanjutan dari pihak Iran.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi atas penyampaian Donald Trump tersebut.
Donald Trump sebagaimana diketahui sebelumnya mengumumkan telah tercapai gencatan senjata antara Israel dan Iran.
Di tengah ketidakpastian itu, serangan terus berlanjut dan menelan korban di kedua pihak.
Baca juga: PERINGATAN Iran ke Tentara Amerika Serikat: Setiap Negara Gunakan Pasukan Donald Trum Jadi Target
Baca juga: TOKOH MUDA Kecam Aksi Brutal KKB Papua: Tidak Manusiawi, Langgar HAM, Warga Trauma
Menurut The Jerusalem Post, Netanyahu menggelar rapat darurat dengan Dewan Keamanan Kabinet hingga Selasa (24/6/2025) dini hari waktu setempat.
Ia juga meminta para menteri untuk tidak membuat pernyataan publik terkait perkembangan situasi.
Donald Trump Ejek Serangan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut serangan Iran yang menyasar pangkalan militer di Timur Tengah sangat lemah.
Ledekan tersebut pasca adanya 19 rudal yang hendak menghancurkan pangkalan pasukan tentara Amerika Serikat.
Serangan Iran dengan meluncurkan 19 rudal tersebut sebagaimana diketahui terjadi pada Senin (23/6/2025) malam.
Petinggi militer Qatar, Mayor Jenderal Shayeq Al Hajri mengatakan ada 19 rudal ditembakkan Iran ke Pangkalan Udara Al Udeid.
Pangkalan itu rumah bagi Pusat Operasi Udara Gabungan yang menyediakan komando dan kendali kekuatan udara di seluruh wilayah, serta Sayap Ekspedisi Udara ke-379.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kemudian menyebut serangan tersebut sangat lemah.
Versi Trump, 14 rudal ditembakkan Iran, 13 di antaranya berhasil dijatuhkan dan satu dibiarkan lolos karena tidak menimbulkan ancaman.
"Itu respons yang sangat lemah," kata Trump, seperti dikutip AP, Selasa (24/6/2025). Trump menegaskan tak ada korban dalam serangan Iran.
Serangan rudal Iran ini sebagai pembalasan atas serangan AS terhadap tiga situs nuklir Iran; Fordow, Natanz, dan Isfahan, pada Minggu dini hari WIB.
Serangan Amerika ini menandai bergabungnya Washington dalam agresi Israel terhadap Iran yang dimulai sejak 13 Juni.
Meski meremehkan serangan balasan Iran, Trump mengeklaim bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata total dan menyeluruh.
Donald Trump mengunggah di Truth Social bahwa gencatan senjata bertahap selama 24 jam akan dimulai sekitar tengah malam pada Selasa waktu AS bagian timur.
"Memberi kedua negara waktu enam jam untuk mengakhiri dan menyelesaikan misi terakhir mereka yang sedang berlangsung," tulis Trump.
Dia mengatakan gencatan senjata ini akan membawa "akhir resmi" bagi perang Iran-Israel.
Militer Israel menolak mengomentari pernyataan Trump dan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak segera menanggapi pesan yang meminta komentar.
Tidak ada komentar langsung dari Iran.
Misi Iran di PBB juga menolak mengomentari postingan gencatan senjata Trump, dan misi Israel mengatakan tidak memiliki komentar langsung.
Sementara itu, Qatar mengecam serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Al Udeid sebagai pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan, wilayah udara, dan hukum internasionalnya.
Qatar mengatakan telah mencegat semua kecuali satu rudal, meskipun tidak jelas apakah rudal itu menyebabkan kerusakan di Pangkalan Udara Al Udeid.
Iran mengatakan serangan rudalnya sama dengan jumlah bom yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di tiga situs nuklir Iran selama akhir pekan.
Iran juga mengatakan telah menargetkan pangkalan itu karena berada di luar wilayah berpenduduk.
Komentar tersebut, yang disampaikan segera setelah serangan dimulai.
Menunjukkan Iran ingin meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat, sesuatu yang Trump sendiri katakan setelah serangan pada Minggu dini hari terhadap Iran.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Grup Facebok di Jambi Diduga Berisi Hubungan Sesama Jenis Bikin Heboh, Polisi Lakukan Penyelidikan
Baca juga: NAIK PITAM Pasha Ungu Anaknya Ditampar Dimas Anggara di Lokasi Syuting, Ngamuk di IG Nadine
Baca juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Tanjabbar Jambi Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.