Polemik di Papua

Menteri Bahlil Pastikan Teluk Bintuni dan Papua Barat Dapat PI dan Penambahan APBD dari Produksi Gas

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan Kabupaten Teluk Bintuni dan Papua Barat mendapatkan Participating interest (PI) dari produksi gas.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Papua Barat
MENTERI ESDM - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, setelah menghadiri upacara peringatan HUT ke-22 Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (11/6/2025). Ia menjanjikan participate interest (PI) untuk Teluk Bintuni dan Papua Barat. (foto: Tribun Papua Barat) 

TRIBUNJAMBI.COM - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan Kabupaten Teluk Bintuni dan Papua Barat mendapatkan Participating interest (PI) dari produksi gas di wilayah tersebut.

Untuk diketahui, PI merupakan bagian atau proporsi kepemilikan produksi dan eksplorasi atas suatu wilayah kerja migas (minyak dan gas bumi). 

Ini juga bisa diartikan sebagai hak dan kewajiban sebagai kontraktor dalam kontrak kerja sama, baik secara langsung maupun tidak langsung, di suatu wilayah kerja. 

Kepastian tersebut disampaikan Bahlil Lahadalia atas pengaduan Bupati Teluk Bintuni, Yaohani Manibuy.

Yaohani Manibuy kepada Menteri ESDM itu bilang belum memiliki saham 10 persen atas produksi gas Genting Oil di Teluk Bintuni.

"Bupatinya (Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy) bilang ke saya PI (participate interest) dalam kepemilikan saham 10 persen belum ada." 

"Saya pastikan, pada 2026 akhir, PI-nya sudah pemerintah pusat kasih untuk Teluk Bintuni dan Papua Barat," ujar Bahlil Lahadalia saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-22 Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (11/6/2025).

Tak hanya PI, Menteri Bahlil juga menjanjikan akan ada penambahan APBD Teluk Bintuni dan Papua Barat.

Baca juga: Menteri Bahlil Dikawal Ketat ke Fakfak, Takut Digeruduk Massa-Diteriaki Penipu Seperti di Sorong?

Baca juga: MALANG Nasib Pria di Pulau Pandan Jambi Korban Perampokan, Modus Wanita Minta Antar: Korban Dibacok

Baca juga: BONYOK Ujang Suherli Dihajar Polisi Hingga Gigi Rontok, Korban Salah Tangkap Mengadu ke Dedi Mulyadi

Penambahan tersebut, ucapnya, akan diperoleh dari dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas (migas) Genting Oil yang direncanakan mulai produksi pada 2027.

"APBD Teluk Bintuni cukup signifikan karena mendapat dari dana bagi hasil migas. Karena itu saya datang ke sini," kata Bahlil Lahadalia.

Ia menyatakan, saat APBD Papua Barat berkisar Rp 3,5 triliun, sedangkan APBD Teluk Bintuni sebesar Rp 3,3 triliun. 

Pada 2027, ucapnya, nilai APBD tersebut bisa semakin bertambah.

Produksi gas Genting Oil diharapkan menambah pasokan energi bagi Indonesia dan mendorong kemandirian energi dan hilirisasi sesuai program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Soal sumur gas Mogoi di ladang gas LNG Tangguh, kata Bahlil Lahadalia, harus beroperasi pada tahun ini.

Diharapkan, pada 2026, dana bagi hasilnya mulai bertambah untuk daerah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved