Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Harimau Jambi Mati

2 Harimau di Jambi Mati, Koleksi Taman rimba dan Harimau Liar yang Kena Jerat Babi

Dua harimau di Jambi mati dalam 2 pekan terakhir. Pertama harimau Sumatera koleksi kebun binatang Taman Rimba yang mati pada 29 Mei 2025.

|
Editor: Suci Rahayu PK
Ist
HARIMAU MATI - Harimau Sumatera yang terlilit jeratan di Desa Suo-Suo Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi akhirnya mati setelah mendapatkan perawatan selama 28 hari di Tempat Penyelamat Satwa (TPS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Dua harimau di Jambi mati dalam 2 pekan terakhir.

Pertama harimau Sumatera koleksi kebun binatang Taman Rimba yang mati pada 29 Mei 2025.

Kedua yakni harimau Sumatera yang ditemukan terkena jerat babi di Desa suo-suo, Kabupaten tebo pada 13 Mei 2025.

HARIMAU TAMAN RIMBA - Seekor harimau sumatera di kebun binatang Taman Rimbo Jambi tampak kurus dan diviralkan di media sosial, Rabu (12/2/2025).
HARIMAU TAMAN RIMBA - Seekor harimau sumatera di kebun binatang Taman Rimbo Jambi tampak kurus dan diviralkan di media sosial, Rabu (12/2/2025). (Instagram/@infojambi__)

Harimau Sumatera ini mari setelah 28 hari mendapatkan perawatan selama 28 hari di Tempat Penyelamat Satwa (TPS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi.

Harimau Uni

Harimau di Taman Rimba bernama Uni itu mati karena lanjut usia.

Saat mati, harimau Uni berusia 23 tahun. Usia yang tergolong tua untuk harimau.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi ( BKSDA Jambi ) Provinsi Jambi, Agung Nugroho, mengatakan harimau Uni mati pada pukul 12.00 WIB.

Baca juga: 28 Hari Harimau Sumatera yang Kena Perangkap Babi di Tebo Dirawat BKSDA Jambi sebelum Mati

Baca juga: Kalender 2025, Inilah Tanggal Merah Cuti Bersama dan Libur Nasional Juni s/d Desember

"Penyebab kematian diduga karena sudah tua, faktor usia. Ada sejumlah penyakit," tuturnya.

Menurut laporan tim dokter hewan, kondisi kesehatan Harimau Sumatra Uni menurun beberapa hari terakhir. 

Dia mengalami penurunan nafsu makan.

Selain itu, Uni juga mengalami gangguan penglihatan akibat katarak pada kedua matanya.

"Tim medis telah melaksanakan prosedur nekropsi, yakni autopsi pada hewan, untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih mendalam," jelasnya.

Agung menambahkan usia Si Uni sudah jauh melampaui rentang hidup normal harimau Sumatera.

Harimau Sumatra pada umumnya berkisar antara 10-15 tahun di alam atau penangkaran.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved