Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Harimau Jambi Mati

28 Hari Harimau Sumatera yang Kena Perangkap Babi di Tebo Dirawat BKSDA Jambi sebelum Mati

Harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) yang terjerat perangkap babi di Desa Suo-Suo, Kabupaten Tebo, Jambi mati pada Senin (9/6/2025).

|
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Ist
HARIMAU TERJERAT - Seekor harimau Sumatera jantan ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah terjerat perangkap babi selama empat hari di kawasan hutan Kabupaten Tebo, Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) yang terjerat perangkap babi di Desa Suo-Suo, Kabupaten Tebo, Jambi mati pada Senin (9/6/2025).

Harimau itu mati setelah mendapatkan perawatan selama 28 hari di Tempat Penyelamat Satwa (TPS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi.

Sebagai informasi, harimau sumatera jantan itu dievakuasi pada tanggal 13 Mei 2025 lalu setelah didapati dalam keadaan terjerat perangkap babi.

Harimau itu mati pada tanggal 9 Juni 2025 sekira pukul 21.45 WIB kemarin setelah dirawar di TPS BKSDA Jambi.

Kepala BKSDA Jambi, Agung Nugroho mengatakan sebelum mati Harimau Sumatera menunjukkan kondisi tidak nafsu makan.

Selain itu, harimau jantan ini mengalami muntah dan defekasi BAB yang disertai dengan darah.

Agung menjelaskan, harimau sumatera tersebut telah mendapatkan penanganan serta operasi akibat luka jeratannya.

Dari hasil observasi, Agung menyebut penyebab kematian Harimau Sumatera tersebut diduga karena virus panlekopenia.

"Tim medis TPS BKSDA Jambi sementara menduga penyebab kematian HS karena virus panlekopenia yang ditandai dengan muntah dan diare berdarah," ujarnya pada Selasa (10/6/2025).

Kronologi Matinya Harimau Sumatera

HARIMAU MATI - Harimau Sumatera yang terlilit jeratan di Desa Suo-Suo Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi akhirnya mati setelah mendapatkan perawatan selama 28 hari di Tempat Penyelamat Satwa (TPS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi.
HARIMAU MATI - Harimau Sumatera yang terlilit jeratan di Desa Suo-Suo Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi akhirnya mati setelah mendapatkan perawatan selama 28 hari di Tempat Penyelamat Satwa (TPS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi. (Ist)

Berikut kronologi kematian harimau sumatera yang dievakuasi di Desa Suo-Suo Kabupaten Tebo.

Tanggal 28 Mei 2025, kondisi pelindung luka yang dipasang saat operasi lanjutan pada tanggal 26 Mei 2025 kondisinya sudah terlepas sendiri.

Tanggal 2 Juni 2025, kondisi Harimau pascaoperasi sudah mengalami perkembangan ditandai adanya nafsu makan yang meningkat.

"Di mana setiap pakan yang diberikan petugas mau dimakan. Selain itu, Harimau masih terlihat responsif setiap kali ada pergerakan yang mendekatinya," jelas Agung.

Tanggal 4 Juni 2025, kondisi luka harimau sedikit berair sebagai akibat peradangan sehingga menyebabkan beberapa jaringan mengalami nekrosa dan ada penambahan luka dibagian kaki belakang sebelah kanan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved