Polemik di Papua
Respon Kapendam Cendrawasih Tudingan KKB Papua TNI Kerahkan Pasukan ke Wamena
Kepala Penerangan Kodam XVIl/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Candra Kurniawan buka suara terkait tudingan KKB Papua pengerahan TNI ke Wamena
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Kepala Penerangan Kodam XVIl/Cenderawasih, Kolonel Inf Candra Kurniawan buka suara terkait tudingan KKB Papua pengerahan TNI ke Wamena, Papua Pegunungan.
Dia menegaskan yang terjadi hanyalah proses rotasi atau pergantian personel di wilayah tersebut.
Sehingga kata dia, tidak ada pengerahan pasukan baru.
“Tidak ada pengerahan pasukan TNI ke Wamena, yang ada hanya pergantian personel,” ujar Kapendam XVII/Cendrawasih, Minggu (1/6/2025).
Dijelaskannya, Satgas Pamtas Kewilayahan Indonesia— Papua Nugini dari Yonif 641/Beruang yang telah bertugas selama satu tahun di Wamena.
Sehingga saat ini digantikan oleh personel dari Yonif 521/Dadaha Yudha (Dy).
Kolonel Inf Candra Kurniawan menegaskan rotasi ini merupakan agenda rutin.
Disampaikannya, rotasi itu tidak berkaitan dengan insiden penembakan yang terjadi di depan RSUD Wamena pada 29 Mei 2025 lalu.
Baca juga: KKB Papua Tuduh TNI Lancarkan Bom Hingga Satu Pelajar Tewas: Tubuhnya Hancur
Baca juga: KKB Papua Serang Truk Logistik di Puncak, 2 Prajurit TNI Dilaporkan Tertembak
Seperti dikehui, insiden tersebut menewaskan seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Jayawiya.
Juru bicara KKB Papua, Sebby Sambom menuding TNI telah mengirim pasukan militer dan logistik ke Wamena pada 30 Mei 2025.
la menyebut kehadiran TNI membuat ribuan pengungsi dari Kabupaten Nduga merasa lerancam.
“Aparat militer memasuki sejumiah titik pengungsian lalu mengawasi ketat warga sipil,” ungkap Sebby Sambom.
Lebih lanjut, Sebby mengklaim pihaknya melihat satu kapal milik TNI bersandar di Pelabuhan Jayapura pada 28 Mei 2025.
Dari sana, delapan truk disebut digunakan untuk mengangkut prajurit dan logistik menuju Sentani sebelum diterbangkan ke Wamena.
la juga menyebut TNI membagi dua kelompok pasukan: satu kelompok dijemput dengan empat truk dan dibawa ke markas militer di Wamena.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.