Polemik di Papua
Perang Versi KKB Papua: Wamena di Tengah Ancaman, Warga Ketakutan
Ketika KKB Papua menyatakan Wamena sebagai medan perang, yang paling merasakan dampaknya adalah warga sipil.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Perang Versi KKB Papua: Wamena di Tengah Ancaman, Warga Menjerit
TRIBUNJAMBI.COM - Ketika KKB Papua menyatakan Wamena sebagai medan perang, yang paling merasakan dampaknya adalah warga sipil.
Dari suara tembakan hingga penutupan sekolah, perang ini telah dimulai bukan dengan bom, tetapi dengan ketakutan.
Ratusan anggota KKB terlihat bergerak di sekitar Wamena.
Mereka menyebarkan ancaman perang lewat video, yang menyebut wilayah itu sebagai titik sentral perjuangan bersenjata.
Marius, warga Asologaima, mengaku trauma.
“Sudah beberapa malam kami dengar suara tembakan dari kejauhan,” ujarnya.
Sementara aparat TNI-Polri memperketat keamanan, sekolah-sekolah tutup, pasar sepi, dan kehidupan warga lumpuh.
Pemerintah daerah bersama gereja menyerukan dialog damai, tapi realitas di lapangan terus menunjukkan kekhawatiran yang kian dalam.
Baca juga: KKB Papua Serang Truk Logistik di Puncak, 2 Prajurit TNI Dilaporkan Tertembak
Baca juga: ‘Enggak Mau!’ Dedi Mulyadi Tolak Mentah-mentah Godaan Suporter Jadi Investor Klub Bola
Baca juga: Kronologi Oknum TNI Aniaya 3 Warga Sampe Babak Belur Lantaran Tak Terima Ditegur Parkir Sembarangan
Pernyataan perang oleh KKB Papua bukan sekadar wacana politik, ia telah berubah menjadi momok nyata bagi masyarakat yang terjebak di antara konflik dan harapan.
Ketegangan yang terjadi di Wamena, Papua Pegunungan memasuki fase kritis setelah KKB Papua mendeklarasikan perang terbuka terhadap aparat Indonesia.
Merespon itu TNI-Polri langsung meningkatkan status siaga penuh, mengantisipasi eskalasi bersenjata.
Pernyataan perang ini datang dari TPNPB-OPM yang menyebut Wamena akan menjadi pusat perlawanan.
Video ancaman terbuka dari salah satu tokoh bersenjata beredar luas, menegaskan mereka siap membalas setiap langkah militer Indonesia.
Menanggapi ancaman tersebut, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Ignatius Firman menegaskan aparat akan bertindak tegas.
Penjagaan diperketat di seluruh akses masuk-keluar kota, termasuk patroli intensif di titik-titik rawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20250601-KKB-Papua.jpg)