Polemik di Papua
'Kami Membela Diri' Alasan KKB Papua Serang Polisi di RSUD Wamena
Juru bicara TPNPB-OPM atau KKB Papua mengungkap alasan melakukan penyerangan terhadap polisi di RSUD Wamena. Hal itu dilakukan untuk membela diri.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kapolres Jayawijaya langsung turun tangan dan memerintahkan pengamanan ketat di sekitar rumah sakit.
Barang bukti yang diamankan sementara adalah satu unit mobil dinas Satlantas yang digunakan oleh korban dan saksi.
Belum ada informasi lebih lanjut terkait motif atau pelaku dalam insiden penembakan ini.
Hingga berita ini tayang, Tribun tengah berupaya mengkonfirmasi kepolisian setempat.
Bantah Tudingan
Kepala Penerangan Kodam XVIl/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Candra Kurniawan buka suara terkait tudingan KKB Papua terkait pengerahan TNI ke Wamena, Papua Pegunungan.
Dia menegaskan yang terjadi hanyalah proses rotasi atau pergantian personel di wilayah tersebut.
Sehingga kata dia, tidak ada pengerahan pasukan baru.
“Tidak ada pengerahan pasukan TNI ke Wamena, yang ada hanya pergantian personel,” ujar Candra Kurniawan, Minggu (1/6/2025).
Dijelaskannya, Satgas Pamtas Kewilayahan Indonesia— Papua Nugini dari Yonif 641/Beruang yang telah bertugas selama satu tahun di Wamena.
Sehingga saat ini digantikan oleh personel dari Yonif 521/Dadaha Yudha (Dy).
Kolonel Infanteri Candra Kurniawan menegaskan rotasi ini merupakan agenda rutin.
Disampaikannya, rotasi itu tidak berkaitan dengan insiden penembakan yang terjadi di depan RSUD Wamena pada 29 Mei 2025 lalu.
Seperti dikehui, insiden tersebut menewaskan seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Jayawiya.
Juru bicara KKB Papua, Sebby Sambom menuding TNI telah mengirim pasukan militer dan logistik ke Wamena pada 30 Mei 2025.
la menyebut kehadiran TNI membuat ribuan pengungsi dari Kabupaten Nduga merasa lerancam.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.