Tur Candi Muaro Jambi
Tur Candi Muaro Jambi Seri IV: Cetiyaghara, Koin Cina, dan Arca-arca
Di Candi Gedong I dan II, peserta tur mengeksplorasi Cetiyaghara dan Mendapa. Ada temuan umpak-umpak batu hingga koin China.
Penulis: Yoso Muliawan | Editor: Yoso Muliawan
Temuan beberapa arca di Candi Gedong II turut menambah daftar benda-benda purbakala yang terdapat di kompleks percandian Muaro Jambi.
Merujuk laman kemdikbud.go.id, dua arca di antaranya yang berada di Candi Gedong II ialah Gadjah Singha dan Dwarapala. Keduanya kini berada di storage atau tempat penyimpanan di Museum KCBN Muarajambi.
Arca Gadjah Singha berbentuk gajah, kemudian ada singa yang naik di atas gajah tersebut.
Ia seolah perpaduan antara kekuatan pada gajah dan keberanian pada singa.
Gabungan karakter yang mungkin bermakna melindungi kompleks candi sekaligus umat Budha.
Sementara arca Dwarapala semacam penjaga bertubuh gempal memegang senjata seperti gada.
Temuan arca Dwarapala di dekat tangga masuk yang kemungkinan adalah tangga masuk Cetiyaghara menyiratkan bahwa ia mengawasi area suci kompleks Candi Gedong II.
Menapo sebagai Tanda
Rhis Eka Wibawa, pemandu tur yang juga rekan Sigit Ario Nugroho, setengah menunduk ketika masuk ke semak belukar di dekat Candi Gedong I dan II.
Ia hendak menunjukkan kepada peserta tur adanya menapo yang masih asli, belum mengalami pemugaran.
Menapo adalah gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bangunan candi.
Di semak belukar tersebut, tampak permukaan beberapa bata merah. Bata-bata itu berserakan.
Lumut-lumut menyelimuti permukaan bata yang setengah terbenam di tanah. Ada bata yang masih utuh, ada pula yang sudah terpecah-pecah.
Ada satu menapo lagi di dekat Gedong I dan II. Letaknya berdekatan dengan menapo tadi.
Bata-bata setengah timbul di dua menapo tersebut seolah “hidup” dan “berinteraksi” dengan vegetasi atau sekumpulan tumbuh-tumbuhan.
“Dari banyak bangunan candi yang sudah mengalami pemugaran, awalnya seperti ini,” ujar Rhis.
“Kami menemukan menapo dulu. Lalu kami meneliti dan mengkaji, kemudian mengekskavasi (menggali tanah) dan akhirnya menemukan struktur bangunan candi berupa bata-bata,” jelasnya.
Baca juga: Tur Candi Muaro Jambi Seri I, Candi Kedaton Tempatnya Ibadah dan Belajar
Setelah memperoleh data arkeologi terkait struktur bangunan candi, barulah pihaknya merekonstruksi alias memugar struktur bangunan candi.
“Tanaman-tanaman ada yang dipertahankan, ada beberapa yang dibersihkan, sehingga bisa diperkirakan seperti apa bentuk struktur bangunan candi,” kata Rhis.
Di seluruh kawasan Candi Muaro Jambi, setidaknya masih ada 115 menapo yang belum mengalami pemugaran.
Tidak tertutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah.
Menapo-menapo lain mungkin masih terbekap di dalam tanah, di antara hutan dan vegetasinya. (Yoso Muliawan)
| Tur Candi Muaro Jambi Seri VI, Kearifan Lokal dari Kuliner dan Seni Tradisional |
|
|---|
| Tur Candi Muaro Jambi Seri V, Arca Prajna Paramita Tanpa Kepala |
|
|---|
| Tur Candi Muaro Jambi Seri III, Stupa-stupa Candi Parit Duku |
|
|---|
| Tur Candi Muaro Jambi Seri II, Koto Mahligai: Pohon Sialang dan Akar Menembus Candi |
|
|---|
| Tur Candi Muaro Jambi Seri I, Candi Kedaton Tempatnya Ibadah dan Belajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Cetiyaghara-Candi-Gedong-I.jpg)