Berita Internasional

Gaza di Ambang Bencana Kelaparan, Qatar Desak Israel Tanggung Jawab

Qatar menyebut Israel wajib membayar kerusakan penuh yang terjadi di Gaza melalui presentasi lisan di hadapan Mahkamah Internasional.

Editor: Mareza Sutan AJ
Yedioth Ahronoth/IDF
SERANGAN ISRAEL - Situasi di kawasan Shijaiyah di Jalur Gaza setelah diserang Israel pada hari Rabu, 9 April 2025. Kini Gaza di ambang bencana kelaparan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Qatar menyebut Israel wajib membayar kerusakan penuh yang terjadi di Gaza.

Perwakilan Qatar telah menyampaikan presentasi lisan di hadapan Mahkamah Internasional.

Melalui wakil kenegaraan mereka, Mutlaq bin Majed Al Qahtani, Israel disebut wajib membayar kerusakan penuh atas Gaza.

Hal ini diungkapkannya di hadapan hadirin di Mahkamah Internasional, seperti dikutip dari berita thepeninsulaqatar, Jumat (5/2/2025).

Ia menyebut, mediasi Qatar telah membuka jalur bantuan kemanusiaan bagi Jalur Gaza.

Walakin, Israel sekali lagi memblokir bantuan mereka.

Selain itu, Israel memutus pasokan makanan dan air mulai hari kedua Ramadan lalu.

Ia menambahkan, Israel tidak mengakhiri pendudukannya atas Palestina.

Sebaliknya, mereka malah melanjutkan kampanye genosida terhadap rakyat Palestina.

Kemudian, Israel melakukan peningkatan kekerasan di Tepi Barat merupakan cerminan dari apa yang terjadi di Gaza.

Pihaknya menekankan Israel secara sistematis menggunakan kelaparan dalam perangnya, yang melanggar norma dan hukum internasional dan dianggap sebagai kejahatan perang, khususnya terhadap anak-anak berdasarkan Konvensi Hak-Hak Anak, selain penggunaan bantuan kemanusiaan sebagai metode perang terhadap warga sipil.

Ia mengakhiri pernyataannya dengan mengatakan Israel memiliki sejarah yang terdokumentasikan dalam melakukan serangan militer yang disengaja terhadap properti dan staf UNRWA.

Sembari menyerukan kompensasi penuh atas kerusakan yang disebabkan oleh serangan ini, serta jaminan bahwa tindakan seperti itu tidak akan terulang di masa mendatang.

Krisis Bantuan

Sebuah kapal yang ditumpangi oleh Koalisi Armada Kebebasan (FFC) diserang drone saat berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan di Gaza, Jumat (2/5/2025).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved