Berita Internasional

Gaza di Ambang Bencana Kelaparan, Qatar Desak Israel Tanggung Jawab

Qatar menyebut Israel wajib membayar kerusakan penuh yang terjadi di Gaza melalui presentasi lisan di hadapan Mahkamah Internasional.

Editor: Mareza Sutan AJ
Yedioth Ahronoth/IDF
SERANGAN ISRAEL - Situasi di kawasan Shijaiyah di Jalur Gaza setelah diserang Israel pada hari Rabu, 9 April 2025. Kini Gaza di ambang bencana kelaparan. 

Data pelacakan menunjukkan kapal itu telah berada di posisinya di lepas pantai Malta selama sekitar 12 jam sebelum serangan yang dituduhkan terjadi pada Jumat pagi.

Conscience terdaftar sebagai kapal yang berbendera Palau.

Penyelenggara utama FFC, Thiago Avila, mengatakan kepada CNN, kapal tersebut seharusnya berlabuh di Malta pada hari Kamis untuk menjemput penumpang tambahan.

Avila mengatakan organisasi tersebut saat ini tengah berupaya menyiapkan perahu kecil untuk mengawal tim penyelamat ke lokasi Conscience.

"Kami mengetahui bahwa kapal tersebut rusak parah," kata Avila, yang mengatakan FFC tidak mengetahui apakah ada yang terluka.

Koalisi Armada Kebebasan menggambarkan dirinya di situs webnya sebagai jaringan internasional aktivis pro-Palestina yang berupaya mengakhiri blokade Israel terhadap Gaza.

Mereka mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah kantong yang terkepung itu dengan mengambil tindakan langsung dan tanpa kekerasan.

Blokade Israel Buat Gaza di Ambang Bencana Kelaparan

Bencana kelaparan sudah berada di depan mata Gaza ketika Israel memblokade bantuan kemanusiaan selama kurang lebih tiga bulan.

Program Pangan Dunia (WFP) mengumumkan minggu ini bahwa gudang-gudangnya kini kosong, dapur umum yang masih beroperasi sangat membatasi persediaan terakhir mereka.

Adapun sedikit makanan yang tersisa di pasar-pasar Gaza kini dijual dengan harga selangit yang tidak terjangkau oleh kebanyakan orang.

Kasus kekurangan gizi akut pada anak juga meningkat pesat, salah satu tanda pasti akan datangnya bencana kelaparan.

Hampir 3.700 anak didiagnosis bulan lalu, meningkat 82 persen dari Februari, menurut PBB.

Organisasi-organisasi bantuan yang pernah menjadi jawaban atas krisis pangan yang telah melanda Gaza selama perang hampir 19 bulan ini kini juga kehabisan jawaban.

Berdiri di gudang kosong, koordinator darurat WFP di Gaza Yasmin Maydhane mengatakan persediaan organisasinya telah “habis”.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved