Terduga Maling Ayam di Subang Tewas Diamuk Massa di Depan Kantor Desa

Pria diduga maling ayam tewas diamuk massa di Desa Rancamanggung, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat, Selasa (1/4/2025) malam.

Editor: Suci Rahayu PK
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
MALING AYAM - Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu (tengah) dalam konferensi pers yang dilakukan di Subang, Kamis (3/4/2025). Polres Subang menetapkan 8 orang sebagai tersangka pengeroyokan terduga maling ayam 

TRIBUNJAMBI.COM- Pria diduga maling ayam tewas diamuk massa di Desa Rancamanggung, Kecamatan Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat, Selasa (1/4/2025) malam.

Pengeroyokan pria berinisial T (37) ini terjadi di depan Kantor Desa Gandasoli.

Terduga maling ayam itu meninggal dengan cara mengenaskan. Dia dipukuli warga, bahkan ditembak dengan senapan angin.

Pasca kematian T, polisi mengamankan delapan pelaku dalam kejadian penganiayaan ini.

Kedelapan pelaku berinisial GM (33), YS (26), INA (21), AR (22), NBP (25), NR (24), K (27), dan TS (24).

Kronologi

Kapolres Subang AKBP Ariek Indra Sentanu mengungkapkan kronologi kejadian tewasnya seorang pria berinisial T (37) yang diduga maling ayam akibat diamuk massa

"Pada hari Selasa, tanggal 1 April 2025, pada pukul 23.30, korban dipergoki sedang melakukan pencurian ternak ayam dengan cara masuk ke dalam kandang," kata Ariek dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Subang, Kamis (3/4/2025), dikutip dari YouTube Tribun Cirebon.

Baca juga: Warga Batanghari Jambi Temukan Bayi Perempuan Telantar di Depan Rumah Kosong

Baca juga: Update Hasil PSU Pilkada Bungo Dedy-Dayat vs Jumiwan-Maidani Siang Ini Hitung

Setelah tepergok, dua pelaku yang memergoki korban kemudian mengejar, menangkap, dan menganiaya korban. 

Terjadi keributan setelahnya. Korban diteriaki maling, lalu massa berdatangan dan menganiaya korban. 

Kemudian, korban diseret kurang lebih 500 m ke depan kantor desa. Di depan kantor desa, korban dianiaya lagi oleh massa. 

"Saat itu (dianiaya) sama-sama masyarakat dengan cara menembakkan menggunakan senjata senapan angin, kemudian ditelanjangi, kemudian dilakukan penganiayaan secara terus-menerus dan sampai meninggal dunia di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Ariek. 

Setelah itu, pihak kepolisian mendapat laporan tindak penganiayaan, kemudian polisi menuju TKP. 

"Masih ditemukan korban tergeletak di depan kantor kepala desa," ujar Ariek. 

Polisi kemudian melakukan penyelidikan, mencari barang bukti serta saksi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved