Berita Kota Jambi

Wali Kota Jambi Sampaikan LKPJ 2024, Soroti Tantangan dan Capaian Kota

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2024 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi

Istimewa
SAMPAIKAN LKPJ - Wali Kota Jambi Sampaikan LKPJ 2024, Soroti Tantangan dan Capaian Kota 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2024 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi pada Selasa (25/3/2024). Laporan ini merangkum capaian serta tantangan yang dihadapi Pemkot Jambi sepanjang tahun 2024.

Dalam pemaparannya, Maulana menyoroti tiga aspek utama dalam LKPJ, yakni Indikator Makro Daerah, Pengelolaan Keuangan Daerah, serta Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah.

Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi tercatat mengalami perlambatan, hanya tumbuh 4,98 persen dibandingkan 6,61persen pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Sementara itu, inflasi Kota Jambi tercatat sebesar 1,16 persen, lebih rendah dibandingkan Provinsi Jambi (1,43 persen) dan nasional (2,61persen).

Maulana juga mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kota Jambi turun menjadi 7,73 persen dari 8,24 persen di tahun sebelumnya. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan, mencapai 81,77 poin dari sebelumnya 80,93.

Dari sisi keuangan daerah, Pemkot Jambi mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp1,765 triliun atau 93,56 persen dari target Rp1,886 triliun. Jika dibandingkan dengan 2023, pendapatan meningkat sebesar Rp102 miliar atau 6,15 persen.

Sumber pendapatan utama berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp455,13 miliar, naik 1,48 persen dari 2023.

Pendapatan Transfer Rp1,31 triliun, meningkat Rp94,21 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, belanja daerah mencapai Rp1,8 triliun atau 93,38 persen dari target. Belanja terbesar digunakan untuk belanja operasional sebesar Rp1,393 triliun, belanja modal Rp407,026 miliar, dan belanja tak terduga Rp590 juta.

Dalam sektor infrastruktur, Pemkot Jambi berhasil meningkatkan rasio jalan dalam kondisi baik menjadi 90,28 persen  atau sepanjang 460,85 km. Selain itu, cakupan layanan air bersih mencapai 82,84 persen, melebihi target 80,27 persen.

Namun, tantangan masih ada, terutama dalam sistem drainase dan pengelolaan kawasan rawan banjir. Dari total 1.013 hektare kawasan rawan genangan, baru 718,5 hektare yang tertangani, atau 70,93 persen dari target.

“Penanganan genangan belum mencapai target karena pembangunan kolam retensi dan revitalisasi Sungai Asam terkendala pembebasan lahan,” ujar Maulana.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Jambi mengalami penurunan dari 8,27 persen menjadi 7,38 persen di tahun 2024. Sementara itu, investasi dalam negeri juga meningkat, dengan total investasi mencapai Rp1,813 triliun, melampaui target Rp1,429 triliun.

Maulana menegaskan bahwa peningkatan investasi ini menunjukkan bahwa iklim usaha di Kota Jambi semakin kondusif. “Kami akan terus mendorong investasi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Dalam sektor infrastruktur, Pemkot Jambi berhasil meningkatkan rasio jalan dalam kondisi baik menjadi 90,28 persen atau sepanjang 460,85 km. Selain itu, cakupan layanan air bersih mencapai 82,84 persen, melebihi target 80,27 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved