Polemik di Papua

Loyalis Prabowo Ngaku Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis Hingga ke Sarang KKB Papua

Progam Makan Bergizi Gratis yang sebelumnya mendapat penolakan dari KKB Papua dapat dukungan dari loyalis Presiden Prabowo Subianto Subianto.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribun-Papua.com
KAWAL MBG: Letnan Kolonel (Tit.) Lenis Kogoya mengatakan dirinya akan sendiri yang turun menangani program MBG pada sejumlah daerah rawan konflik di Provinsi Papua Tengah. (Foto: Tribun-Papua.com) 

Loyalis Prabowo Ngaku Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Sarang KKB Papua

TRIBUNJAMBI.COM - Progam Makan Bergizi Gratis yang sebelumnya mendapat penolakan hingga pengancaman dari Keolompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua mendapat dukungan dari loyalis Presiden Prabowo Subianto Subianto.

Sosok pendukung setia tersebut bernama Letnan Kolonel (Tit) Lenis Kogoya.

Namanya yang kini menjadi trending pencarian itu merupakan putra asli Papua.

Dia mengungkapkan akan mengawal program Presiden Prabowo Subianto, termasuk Makan Bergizi Gratis.

Lenis Kogoya memastikan akan turun langsung saat program tersebut berlangsung di Papua.

Bahkan dia mengungkapkan akan siap turun hingga ke daerah yang rawan konflik, seperti Intan Jaya, Puncak Jaya dan Puncak.

Lokasi tersebut merupakan sarang dari KKB Papua.

"Jadi saya akan turun langsung ke lapangan. Mau di Intan Jaya kah, Puncak Jaya kah, dan Puncak, akan saya turun," kata Lenis kepada Tribun-Papuatengah.com, saat berkunjung di SD YPK Imanuel Nabire, Jalan Kusuma Bangsa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (11/3/2025).

Baca juga: Siapa Sebenarnya AP? Ada 4 Senpi dan 200 Amunisi di Rumah, Disebut Pemasok Senjata Api ke KKB Papua

Baca juga: Makan Bergizi Gratis Pertama saat Ramadan di Kota Jambi, Siswa Dapat Kurma dan Sereal

Lenis menegaskan, bahwa masalah keamanan tidak akan menjadi penghalang.

Ia bahkan mengklaim memiliki hubungan dekat dengan kelompok-kelompok yang berada di daerah-daerah tersebut.

 "Karena adik-adik saya yang jadi OPM (KKB Papua; red), dan tinggal di hutan sana, mereka sudah tahu bahwa kakak Lenis yang datang," tegasnya.

Lebih lanjut, Lenis memperingatkan bahwa segala bentuk gangguan terhadap program MBG, seperti pembakaran sekolah, akan ditindak tegas.

"Saya akan turun ke lapangan, dan cari lalu tangkap hidup-hidup," tegasnya lagi.

Lenis pun menyatakan bahwa pelaku gangguan akan berhadapan dengan Satgas LMA, bukan hanya aparat keamanan.

Menanggapi potensi penolakan program MBG, Lenis meyakinkan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi.

"Karena adik-adik saya tahu, saya sudah turun, dan mulai hari ini percaya, apa yang mereka inginkan, kakak sudah jalankan," jelasnya.

Baca juga: Istri AKP Tomi S Marbun Ungkap Kejanggalan Kronologi Suami Hilang saat Gerebek KKB Papua

Ia juga menambahkan bahwa kelompok-kelompok seperti KNPB akan turut membantu menyukseskan program ini.

 "Jadi KNPB kah, apa kah, mereka juga akan ikut membantu sukseskan program MBG. Jadi tidak ada tolak menolak, karena mereka adalah adik-adik saya," pungkasnya. 

Ancam bubarkan KNPB

Letnan Kolonel (Tit) Lenis Kogoya, Staf Khusus Kementerian Pertahanan Bidang Kedaulatan NKRI, melakukan kunjungan ke Papua untuk meninjau kesiapan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah.

Dalam kunjungannya, Kogoya menanggapi berbagai isu yang berkembang terkait penolakan program MBG di tanah Papua.

Ia juga menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap status hukum organisasi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di daerah tersebut.

“Saya akan mengecek langsung keberadaan organisasi KNPB di tanah Papua,” kata Lenis Kogoya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Kamis (13/3/2025).

Lenis, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Khusus Presiden era Joko Widodo, menekankan pentingnya mengetahui status hukum KNPB.

“Saya akan mengecek apakah KNPB memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART),” ungkapnya.

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) di Tanah Papua, Lenis Kogoya menegaskan bahwa jika KNPB tidak memiliki dasar hukum yang jelas, ia tidak akan ragu membubarkan organisasi tersebut.

Baca juga: Jenderal Purn TNI Ungkap 3 Cara KKB Papua Dapatkan Senjata Api: Anggota TNI-Polri Harus Disadarkan

Ini negara hukum, harus taat kepada aturan. Kalau KNPB tidak terdaftar, maka harus saya bubarkan,” tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi dan solusi terhadap isu-isu yang ada di Papua, serta memperkuat pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak di daerah tersebut. 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Bupati dan Wabup Kerinci Jambi Matangkan RPJMD untuk Lima Tahun ke Depan

Baca juga: Daftar 5 Calon Pengganti Realistis Virgil van Dijk di Liverpool

Baca juga: Ulang Tahun di Penjara, Nikita Mirzani Postingan Kalimat Menyentuh di Instagram: Istirahat

Baca juga: Perda RTRW Disahkan, Kota Jambi Punya Pedoman Jelas untuk Pembangunan

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved