4 Kakak Beradik di Kupang NTT Kepergok Curi Dinamo Air dan 50 Ekor Ikan Lele

4 kakak beradik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kepergok mencuri. Kasus itu terungkap setelah Ketua RT menerima laporan dari SO

Editor: Suci Rahayu PK
Dokumen Polresta Kupang
PENCURIAN - Empat kakak beradik di Kupang, terlibat kasus pencurian 

TRIBUNJAMBI.COM- 4 kakak beradik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kepergok mencuri.

Keempat bocah dinamo air dan 50 ekor ikan lele siap panen milik warga berinisial SO di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Pasca adanya pencurian di rumah kosong milik korban, yang dijadikan rumah singgah untuk beternak ikan itu, korban melapor ke Bhabinkamtibmas Batuplat.

"Kasus itu dilaporkan ke anggota kita Bhabinkamtibmas Batuplat kemarin," kata Kepala Kepolisian Resor Aldinan Manurung kepada Kompas.com, Jumat (14/3/2025) malam.

Kasus itu terungkap setelah Ketua RT menerima laporan dari SO yang mendapati rumah singgahnya dalam keadaan terbuka dan beberapa barang miliknya hilang.

"Setelah diselidiki, diketahui para pelaku adalah empat anak bersaudara yang masih di bawah umur," kata Aldinan.

Selain pompa air dan ikan lele, sebuah telepon seluler juga ikut dicuri.

Baca juga: Sosok Nicke Widyawati Mantan Dirut Pertamina yang Berpeluang Diperiksa Terkait Korupsi Pertamina

Baca juga: 5 Berita Populer Jambi Hari Ini - Daerah Rawan Banjir hingga Rekam Jejak Kapolda Jambi Irjen Krisno

Menanggapi laporan tersebut, Bhabinkamtibmas bersama Ketua RT memanggil anak-anak tersebut beserta orangtuanya untuk ditindaklanjuti.

Namun, ayah mereka enggan hadir dengan alasan berada di luar rumah. Sementara ibu mereka bekerja di Kalimantan.

Dengan demikian, Bhabinkamtibmas dan Ketua RT mewakili anak-anak tersebut meminta maaf kepada SO dan meminta agar permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Alasannya, para pelaku adalah anak-anak yang masih di bawah umur dan jauh dari perhatian serta pantauan orangtua mereka.

Dalam mediasi tersebut, anak-anak mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada SO, serta mengembalikan handphone yang telah dicuri.

Namun, dinamo air sudah dijual ke tempat besi tua, dan uang hasil penjualan digunakan untuk membeli makanan dan jajanan.

SO bersedia menyelesaikan masalah dengan menempuh jalur damai secara kekeluargaan, dan memaafkan anak-anak itu, serta meminta mereka untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved