Polemik di Papua
Eks TNI Keluarkan Modal Rp1,3 M Beli Senjata dari Luar Papua untuk Diselundupkan ke KKB
Yuni Enumbi, eks TNI mengeluarkan modal besar untuk membeli senjata api yang hendak diselundupkan ke Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Eks TNI Keluarkan Modal Rp1,3 M Beli Senjata dari Luar Papua untuk Diselundupkan ke KKB
TRIBUNJAMBI.COM - Ternyata Yuni Enumbi, eks TNI mengeluarkan modal besar untuk membeli senjata api yang hendak diselundupkan ke Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua.
Penyelundupan tersebut senjata tersebut diperuntukkan kepada kelompok yang ada di Puncak Jaya, Papua Pegunungan.
Adapun modal yang dibutuhkan Yuni cukup besar hingga miliaran rupiah.
Rupiah yang dibutuhkan Yuni Enumbi membeli senjata api itu dari luar Papua mencapai Rp1,3 miliar.
Informasi tersebut berdasarkan pengakuannya kepada pihak kepolisian yang mengamankan eks TNI itu bersama dua orang lainnya.
Dua orang lainnya yang diamankan pada operasi di Timika itu merupakan warga sipil, Kamis (6/3/2025).
Berbagai jenis senjata api yang diamankan tim gabungan dari Polres Keerom dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2025.
Baca juga: Eks TNI Ikut Selundupkan Senpi untuk KKB Papua di Puncak Jaya, Satgas Amankan 3 Orang
Baca juga: Siapa Yuni Enumbi? Berani Selundupkan Senjata Api ke KKB Papua di Puncak Jaya, Eks TNI?
Diantara senjata tersebut terdapat pabrikan PT Pindad (persero).
Eks TNI dan dua warga sipil itu ditangkap karena menyelundupkan senjata api produksi PT Pindad untuk KKB Papua di Puncak Jaya.
Penangkapan ketiga orang tersebut dibenarkan Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, dalam jumpa pers, Sabtu (8/3/2025).
"Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai jenis senjata dan amunisi yang rencananya akan disuplai kepada KKB di Puncak Jaya," ungkap Brigjen Faizal Ramadhani.
Tak sendiri, Yuni Enumbi ditangkap bersama dua orang lainnya, Yudhi Kalado selaku sopir lajuran yang mengangkut barang dan Matius Payokwa, helper lajuran.
Yuni Enumbi mengaku membeli senjata tersebut seharga Rp1,3 miliar dari luar Papua.
Rencananya, kata dia, senjata itu memang akan diserahkan kepada KKB di Puncak Jaya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.