Berita Tebo

Konflik Warga dan Gajah di Tebo Meningkat, Satu Warga Meninggal Dunia

Konflik antara masyarakat dan satwa gajah semakin memanas di Kabupaten Tebo. Belakangan ini, kebun warga kerap dirusak kawanan gajah, sementara kasu

Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Sopianto
Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo, Teguh Arhadi 

TRIBUNJAMBI.COM, TEBO - Konflik antara masyarakat dan satwa gajah semakin memanas di Kabupaten Tebo

Belakangan ini, kebun warga kerap dirusak kawanan gajah, sementara kasus kematian gajah akibat sengatan listrik juga menjadi perhatian. 

Bahkan, baru-baru ini, seorang warga tewas akibat serangan gajah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo, Teguh Arhadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan lisan mengenai konflik yang sedang terjadi, meskipun laporan resmi dari kecamatan belum diterima. 

“Kami masih menunggu laporan tertulis untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” ujarnya.

Sekda juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap gajah karena satwa tersebut merupakan hewan yang dilindungi.

Di Desa Lubuk Mandrasah Ulu, lebih dari dua hektare kebun sawit milik warga rusak akibat gajah yang masuk ke lahan mereka. 

Azmi Asnawi, Kepala Desa Lubuk Mandrasah Ulu, mengatakan warga telah berusaha mengusir kawanan gajah dengan petasan, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan. 

"Kami sudah melapor ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, tetapi belum ada tindakan yang diambil," kata Azmi.

Situasi semakin memprihatinkan setelah seorang warga Teluk Pandan Rambahan, Kecamatan Tebo Ulu, bernama Darji (46) tewas akibat diinjak gajah di wilayah perbatasan Desa Pinang Belai dan Desa Suo-suo. 

Menurut Camat Serai Serumpun, Fatima, Darji sempat dibawa ke Puskesmas Serai Serumpun untuk perawatan, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat luka serius yang dideritanya.

Masyarakat kini berharap agar pihak BKSDA segera turun tangan untuk menangani konflik ini, mengingat upaya pengusiran yang dilakukan warga hanya menggunakan peralatan seadanya.

Baca juga: Harga Sawit di Tanjab Barat Stabil di Kisaran Rp2.800-Rp3.000 per Kg

Baca juga: Oknum Perawat RSUD dan ASN di Batanghari Digerebek Berduaan akan Disidang Adat Malam Ini

Baca juga: Tak Terima Anaknya Dilecehkan Oknum ASN Jambi, Ibu Korban 2 Kali Tolak Ajakan Damai

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved