LIPUTAN KHUSUS

Jejak Kartel Narkoba di Jambi, Jualan Sabu Berkedok Pencairan DO Batu Bara di Ruko Mendalo

Menurut sumber Tribun Jambi, ruko di Mendalo jadi basecamp jual narkoba berkedok tempat pencairan delivery order (DO) atau pesanan batu bara

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/WIRA DANI DAMANIK
BEKAS LAPAK - Suasana lingkungan di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, yang digerebek BNN Provinsi Jambi beberapa waktu lalu. Ada sebuah ruko yang digunakan untuk jual beli narkoba berkedok pencairan DO batu bara. Kini bangunan itu sudah tidak digunakan untuk narkoba lagi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebuah ruko (rumah toko) di depan kampus Universitas Jambi (Unja), Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, sempat dijadikan basecamp narkoba. 

Pasokan narkoba yang dijualbelikan di ruko tersebut berasal dari jaringan Helen cs --- kartel narkoba di Jambi yang ditangkap Bareskrim Polri pada pertengahan Oktober lalu ---.

Menurut sumber Tribun Jambi, ruko di Mendalo itu dijadikan basecamp jual beli narkoba dengan kedok tempat pencairan delivery order (DO) atau pesanan batu bara. 

"Jadi ruko itu dibuat sebagai pencairan DO batu bara. Di ruko itu dikasih spanduk (bertuliskan) pencairan DO batu bara," ujarnya, Jumat (18/10).

Pantauan Tribun Jambi pada Sabtu (19/10), ruko itu berlokasi di Jalan Pertamina, RT 09, Desa Mendalo Indah, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. 

Bangunannya berwarna hijau. Tak terlihat ada orang di sana. Informasi warga sekitar, ruko sudah tidak dihuni. 

Sementara suasana sekitar ruko cukup ramai, karena merupakan permukiman padat penduduk dan mahasiswa.

Orang-orang yang tinggal di kawasan itu dominan mahasiswa indekos dan ngontrak.

Bahkan, ruko itu bersebelahan dengan sekretariat sebuah organisasi mahasiswa.

Menurut sumber Tribun, peredaran narkoba di sana juga turut menyasar kalangan mahasiswa. 

Dia mengungkapkan bahwa di kalangan mahasiswa ada yang kerap menggunakan narkotika dan obat-obatan. 

"Ada, tapi biasanya pengguna dengan membeli kecil-kecilan," ujarnya. 

Sulit Terendus

Basecamp narkoba di kawasan kampus itu baru dioperasikan pada tahun baru 2024.

Kemudian, pada Februari, para pelaku sudah ditangkap, karena para mahasiswa di sana mencium adanya jual beli narkoba, kemudian melaporkan aparat.

Baca juga: Jejak 7 Basecamp Kartel Narkoba di Jambi, Lapak-lapak Helen Cs Kini Tiarap

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved