Penangkapan Bos Besar Narkoba Jambi

Warga Jambi Lapor Kiky Saputri, Ngetag Kapolri, Hasilnya Helen Bos Besar Narkoba Jambi Ditangkap

Tiga bulan lalu, komika Kiky Saputri mengunggah tangkapan layar warga Jambi yang melapor kepadanya tentang basecamp bandar narkoba di daerahnya.

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
ISTIMEWA
Penampakan Helen, perempuan yang ditangkap Bareskrim Polri. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lima orang terduga bos besar narkoba di Jambi ditangkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Polda Jambi.

Di situ ada sosok Helen, perempuan bos besar narkoba Jambi yang ditangkap di Jakarta. Sementara empat sisanya penangkapan di Jambi, termasuk di antara Didin yang beberapa tahun lalu sempat viral.

Jauh sebelum penangkapan itu, tiga bulan lalu, komika Kiky Saputri mengunggah tangkapan layar warga Jambi yang melapor kepadanya tentang basecamp bandar narkoba di daerahnya.

Postingan itu dibuat Kiky Saputri i akun X, @kikisaputrii pada 13 Juli 2024.

Orang tersebut menyebut nama sebuah daerah di Kota Jambi, dan mengatakan sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi, karena pihak RT/RW seperti mendapat jatah hingga diam saja, bahkan ada oknum aparat yang wilayah itu.

"Lapor pak Listyo Sigit dan Divisi Humas Polri," tulis Kiky Saputri dalam cuitannya.

Dalam tangkapan layar, warganet tersebut menyebut bahwa transaksi narkoba di Lorong J*h*t diduga telah mendapatkan izin dari RT setempat dengan imbalan uang bulanan dari bandar.

Dia juga mengklaim bahwa polisi mengetahui aktivitas tersebut dan menerima uang suap untuk tutup mulut.

Berikut isi laporan warganet tersebut:

"Kak Kiky, mau cerita sedikit karena ini menurut aku udah meresahkan aku dan warga sekitar. Jadi wilayah rumah aku itu dijadiin transaksi narkoba," ungkap warganet ini.

Penangkapan Bos Narkoba Jambi

Pantauan Tribun Jambi di Mapolda Jambi pada Kamis (10/10/2024) siang, sejumlah orang dimasukkan ke mobil berwarna hitam. Setelah itu, tiga mobil meluncur meninggalkan Mapolda Jambi. 

Di sana terlihat juga, ada Direktur Resnarkoba Polda Jambi, AKBP Ernesto Seiser, dan sejumlah petugas. 

Beberapa waktu sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri, Brigjen Mukti Juharsa, juga berada di sana. 

Lima orang yang yang diamankan di Jambi, yakni berinisial H, C, CH, Y dan A.

Viral Kiky Saputri Berani Colek Kapolri Listyo Sigit Tentang Kasus Narkoba di Jambi, Lokasi di Lorong Jahit
Viral Kiky Saputri Berani Colek Kapolri Listyo Sigit Tentang Kasus Narkoba di Jambi

"Kemarin (Rabu, 9/10) telah diamankan, perempuan berinisial H, di Jakarta. Kemudian sore ini (Kamis, 10/10), diberangkatkan juga (dari Jambi), empat orang," ujar Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia, Kamis (10/9). 

Mulia menjelaskan kronologi penangkapan.

 

Awalnya Bareskrim Polri menangkap perempuan berinisial H, yang merupakan bandar besar narkoba Jambi, di Jakarta. 

Kemudian, polisi menangkap empat orang di Jambi, berinisial C, CH, Y dan A 

Lalu, diterbangkan dari Jambi ke Jakarta untuk pemeriksaan di Mabes Polri. 

"Dibawa ke Jakarta untuk proses pendalaman Bareskrim Polri," tuturnya, seraya menambahkan Penyidik Ditrenarkoba Polda Jambi juga ikut berangkat bersama tim dari Mabes Polri. 

Mulia menjelaskan empat orang yang ditangkap di Jambi itu, merupakan jaringan dari perempuan berinisal H yang ditangkap di Jakarta. 

"Empat orang yang ditangkap di Jambi ini kelompok atau tim dari perempuan berinisial H ini. Jadi dilakukan pendalaman dan investigasi di Jakarta," ungkap Mulia. 

"Berikutnya akan kita sampaikan lebih detail lagi, ya," tambahnya. 

Di sisi lain, Mulia menyangkal ada anggota Polri yang terlibat dalam jaringan tersebut. 

"Bisa dikatakan begitu, ya, untuk H. Tidak ada (anggota Polri terlibat), ya," ujarnya. 

Tikui Kabur Saat Hendak Ditangkap Bareskrim 

Setelah menangkap lima orang jaringan besar narkoba di Jambi, ada satu orang lelaki berinisial Ts kabur saat hendak ditangkap. 

"Yang bersangkutan melarikan diri (inisial T) dan sekarang masih dilakukan pengejaran. Mereka bagian dari jaringan besar ini. Kelompok H ini sudah kita amankan, sementara satu pelaku berinisial T atau Tikui berhasil kabur saat hendak ditangkap," kata Kombes Pol Mulia.

Lelaki yang disebut-sebut bernama Tikui itu, menurut Mulia, memiliki hubungan dengan lima orang yang telah ditangkap. 

"Mereka bandar besar narkoba di Jambi," ujarnya.

"Sementara itu dulu. Empat orang yang merupakan kelompok dari H sudah ditangkap. Untuk T masih dalam pengejaran," ungkap Mulia. 

Saat ditanya wartawan barang bukti apa saja yang telah diamankan polisi, Kabid Humas Polda Jambi tidak menyebut secara gamblang. 

"Untuk sementara, info dari penyidik itu dulu, ya. Untuk yang lain, nanti kita kroscek kepada tim penyidik," ujar Mulia. 

Penangkapan H Jadi Kunci

Operasi penangkapan tersebut merupakan hasil join investigation antara Bareskrim Polri dan Polda Jambi untuk menanggapi isu peredaran narkoba di masyarakat. 

"Penyidik dari Polda Jambi ikut terlibat dalam pendalaman kasus ini di Jakarta. 
Nanti kami akan memberikan informasi lebih lanjut terkait barang bukti," jelasnya.

Mulia menuturkan penangkapan perempuan beinisial H di Jakarta menjadi kunci dalam pengungkapan jaringan ini. 

 "Kami akan terus mendalami jaringan ini, dan informasi lebih lengkap akan kami sampaikan kemudian," tambah Mulia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Perempuan bernama Helen, terduga bos besar narkoba di Jambi, ditangkap Bareskrim Polri.

Bareskrim Polri menangkap Helen, seorang bandar narkoba di Jambi. 

Selain Helen, polisi juga menangkap kaki tangannya yang bernama Didin.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa membenarkan penangkapan Helen ini.

Helen dan Diding ditangkap di dua lokasi terpisah.

"Ya, benar, Helen bos narkoba di Jambi ditangkap di Jakarta Barat," lanjutnya.

"Kalau Didin, itu orang kepercayaannya Helen. Ditangkap di Jaksel," tambahnya.

Mukti mengatakan penangkapan Helen dan Didin merupakan hasil kerja sama Bareskrim Polri dan Polda Jambi

Awalnya, polisi menyelidiki viral video emak-emak membubarkan lapak narkoba di Kota Jambi.

Dari kejadian itu, polisi melakukan penyelidikan mendalam. 

Sampai akhirnya polisi mendapatkan informasi bahwa lapak narkoba tersebut dikendalikan oleh seorang wanita bernama Helen.

"Diduga jaringan lapak-lapak ini dikendalikan jaringan Helen," tuturnya.

Saat ini kedua pelaku dibawa ke Bareskrim Polri dan akan kita kenakan TPPU, tutup mukti. (fan/lis)

Baca juga: Video Viral Emak-emak Gerebek Lapak Narkoba di Jambi 2023 Jadi Kunci Penangkapan Helen Bandar Besar

Baca juga: 35 Nama Potensial Jadi Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, Posisi Menko Milik Ketum Partai

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved