Kasus Tahanan Tewas di Sel

Ortu Ungkap Kronologi Awal, Tak Percaya Anaknya Akhiri Hidup di Polsek Kumpeh Ilir

Ibnu Kasir, Ayah Ragil, pemuda yang tewas di Mapolsek Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi tidak percaya sang anak mengakhiri hidup karena masalah.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUN JAMBI/RIFANI HALIM
PERTANYAKAN HASIL OTOPSI - Ibnu Kasir (tengah) ayah Ragil pemuda yang tewas di Mapolsek Kumpeh Ilir didampingi tim kuasa hukum  mempertanyakan hasil otopsi yang belum diungkap kepolisian, Selasa (24/9). Insert: Winda Mardiati, Kakak Ragil Alfarizi (21) pemuda yang meninggal di Mapolsek Kumpeh Ilir, Muaro Jambi menagih janji pihak kepolisian yang mengusut kasus kematian sang adik yang tidak diungkapkan ke publik. 

Tahanan meninggal dalam sel.


JAMBI, TRIBUN - Ibnu Kasir, Ayah Ragil, pemuda yang tewas di Mapolsek Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi tidak percaya sang anak mengakhiri hidup karena suatu permasalahan. 

Dia menduga sang anak dianiaya oknum anggota kepolisian setempat. Dalam kurun waktu satu jam, Ragil meninggal dunia di Polsek Kumpeh Ilir

"Setahu kami pak, kalau anak itu ditangkap diproses dulu ditanya. Anak kami ini kuat dan sehat. Jadi kalau mengakhiri hidup bunuh diri saya tidak percaya," ungkap Ibnu saat ditemui, Selasa (24/9). 

Ibnu menjelaskan, kronologi awal dia mengetahui sang anak ditangkap polisi hingga meninggal dunia, pada Rabu (4/9) malam.

"Jadi malam kamis itu saya dapat kabar 9:30 WIB dari orang rumah bahwa anak kami ditangkap, saya keluar rumah untuk cari info sebenarnya. Kurang lebih 20 menit, langsung ada orang memberitahu kepada saya bahwa anak sudah berada di puskesmas. Sehingga saya dibawa sudah terbang-terbang motor ( menuju puskesmas). Saya lihat anak saya sudah di ruangan," jelasnya.

"Saya tanyakan kenapa anak saya ini, satu orangpun tidak ada yang bisa jawab. Akhirnya saya desak pihak puskesmas dinyatakan anak saya sudah meninggal," tambahnya. 

Ibnu menyatakan, Ragil ditangkap tanpa ada surat penangkapan atau pemberitahuan dari kepolisian.

"Setelah itu saya cek siapa yang menangkap, ternyata dua orang oknum polisi. Anak saya ditangkap sedang main catur, main domino di warung," kata Ibnu. 

Baca juga: Brigadir Y dan P Tersangka, Kapolres Muaro Jambi Bicara Soal Tahanan Tewas di Sel Polsek Kumpeh Ilir

Baca juga: Bukan Pasal Penganiayaan, 2 Polisi Polsek Kumpeh Muaro Jambi Jadi Tersangka, Buntut Tahanan Tewas

Usai mengetahui anak meninggal dunia, Ibnu mendatangi Mapolsek Kumpeh Ilir. Namun, tidak ada satupun orang di sana.

Ibnu menerangkan, melihat kondisi sang anak terbaring tanpa nyawa puskesmas, terdapat luka jeratan dibagian leher.

Namun jeratan itu lebar tidak seperti tali. "Ada di dada seperti biru-biru, leher sebelah kiri pukulan benda, dibawah dagu seperti ada gesekan," ungkap Ibnu. 

Dia menduga sang anak dianiaya, dalam kurun waktu kurang dari 1 jam sudah meninggal dunia. (fan)

Tagih Janji Polisi

KAKAK Ragil Alfarizi (21) pemuda yang meninggal di Mapolsek Kumpeh Ilir, Muaro Jambi, Winda Mardiati menagih janji pihak kepolisian yang mengusut kasus kematian sang adik dijelaskan terang benderang.

"Tapi sampai hari ini sudah 20 hari kami menunggu yang ingin disampaikan kepada kami tidak menerima sampai hari ini," kata Winda, Selasa (24/9). 

Dia mengaku terus menghubungi pihak kepolisian agar segera mengungkap hasil otopsi dan mempertanyakan kapan hasilnya akan disampaikan.

"Terakhir infomasi hasil otopsi yang keluar itu hasil kami jemput bola, kami bertanya kapan hasil otopsi barulah dikatakan polisi hasil itu sudah keluar, tetapi hasilnya pihak kapolda yang akan menyampaikan," ujar Winda. 

Baca juga: Kuasa Hukum Pertanyaan Kasus Kematian Pemuda di Polsek Kumpeh Ilir

"Beliau berjanji 1 sampai 2 hari bapak kapolda kembali bahwa akan disampaikan, sampai hari ini sudah 4 hari kami menunggu janji itu tidak terealisasi," ujarnya. 

Winda berkata, karena lambatnya hasil otopsi, keluarga berasumsi lain mengapa hasil otopsi lama diungkapkan oleh kepolisian.

"Cuma ingin menyampaikan saja kok perlu waktu si A dan si B, kami seperti di opor-opor," ungkapnya. 

Dia menambahkan, mengapa kasus kematian adiknya terlalu lama terungkap, apakah karena Ragil berurusan dengan polisi maka lambat diungkap.

"Sementara kasus yang sama keluarnya lebih dulu, itu urusannya bukan dengan aparat. Jadi itu kami salah sangka, kami harapkan betul kasus ini terang benderang yang dijanjikan kepada kami cepat dan segera. Lamanya ini diungkapkan, kami jadi berpikir ini ada apa-apa," tutupnya. 

Tahanan Tewas dalam Sel

- Diduga mengakhiri hidup

- Ibnu Kasir tidak percaya

- Diduga dianiaya polisi

- Ragil meninggal di Polsek Kumpeh

- Penangkapan tanpa surat resmi

- Ragil ditangkap saat bermain

- Ada bekas luka di leher

- Kurang dari 1 jam tewas

- Orang tua tagih janji polisi

- Mengungkap kasus terang benderang

- Ungkap hasil otopsi

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pelaku Utama Masih Diburu, Polisi Tangkap 5 Orang yang Terlibat Tawuran dan Sebabkan Korban Jiwa

Baca juga: Sosok Dua Pelaku Perundungan yang Diperiksa Soal Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Viral di Sosmed

Baca juga: Anwar Sadat Cuti, Mhd Feri Kusnadi Jabat Pjs Bupati Tanjab Barat

Baca juga: Raden Najmi Apresiasi Kehadiran Dewan Muaro Jambi Saat Paripurna, OPD Malah Sedikit 

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved