Wawancara Eksklusif

Menkominfo Budi Arie Setiadi Bicara Soal Judi Online: Mana Ada Bandar Menciptakan Sistem untuk Kalah

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan, pemerintah sudah memblokir 2,8 juta konten terkait judi online

Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
WAWANCARA EKSKLUSIF - Menkominfo Budi Arie Setiadi (kiri) melakukan sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra (kanan) di Studio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/8). 

Kalau per orang digaji Rp40 juta sebulan. Bayangkan coba. Jadi begitu, ekonomi judi online itu sudah penyakit sosial kita. Ini bukan hanya merugikan ekonomi negara, masyarakat, tapi juga keluarga dan pribadi. Karena itulah kita sangat serius, sangat konsisten.

Ini sudah point of no return terhadap judi online. Karena buat saya judi online ini sangat tidak produktif bagi kemajuan Indonesia. Ini ancaman serius bagi perwujudan mimpi Indonesia Emas 2004 ini.

Pak Budi, banyak orang beranggapan bahwa ini bisa masuk ke negeri ini bukan karena lurus-lurus saja, tapi ada backing-nya gitu. Kebetulan kemarin tuh Pak Benny Ramdhani ngomong menyebut inisial dan seterusnya. Tapi menurut penelusuran Pak Menteri sendiri sama kementerian, emang ada sih orang yang jadi backing atau orang kuat di belakang judi online yang beroperasi di luar negeri itu?

Ya kalau soal pernyataan Pak Ketua Kepala BP2MI, itu tanya ke dia saja. Saya nggak mau berspekulasi soal nama-nama itu atau inisial-inisial itu. Karena buat saya yang penting pemerintahan judi online ini nggak perlu gimmick.

Yang penting langkah serius ngapain cuma gimmick-gimmick bikin heboh. Tapi nggak solutif. Seperti itu. Karena buat saya yang penting solutif. Terus. Kita cari terus upaya terus yang sangat serius. Untuk pembatasan judi online ini. 

Kalau soal backing begini, saya juga sudah menghimbau kepada banyak pihak. Masa kalian tega sih rakyat susah. Menurut data PPATK ini, 80 persen pemain judi online ini masyarakat kelas bawah.

Ini kan korban. Makanya edukasi kita, literasi kita untuk menyadarkan masyarakat jangan main judi online. Karena judi online itu nggak akan memperkaya kalian.

Sebaliknya judi online itu akan menyengsarakan. Ceritanya udah banyak perceraian tinggi. Coba angka itu yang tadi misalnya saya sebutkan tadi. Angka barusan triliun rupiah per tahun bisa menjadi makanan bergizi buat anak kan bisa menumbuhkan generasi muda kita atau anak-anak generasi mendatang yang lebih sehat. 

Jadi kerugian kita ini dalam jangka panjang sangat destruktif. Karena itulah kesadaran masyarakat untuk pemberantasan judi online ini menjadi sangat penting. Tagline kita tetap, judi online adalah penipuan. 

Pak Menteri. Ini yang masyarakat sulit membayangkan. Bagaimanapun ada transaksi antar bandar sama orang yang berjudi. Lewat payment gateway. Seluruh lalu lintas ini kita awasi. Ada patrolinya kan. Nah yang bisa menyebabkan jebol ini di mana Pak? 

Bukan jebol. Cuma udah jadi watching bersama. Kerja sama kita dengan PPATK, Bank Indonesia dan OJK menjadi sangat penting. Karena ujungnya darahnya di sistem pembayaran.

Selama sistem pembayaran ini kita beresin, judi online bisa kita beresin.

Nah so far, pengawasan terhadap sistem pembayaran ini efektif nggak? 

Efektif. Maksud saya begini, saya sudah komunikasi dengan teman-teman di Bank Indonesia, OJK dan PPATK. Yang penting kita punya commitment.

Makanya kan saya selalu berkali-kali bilang, pemberantasan judi online kuncinya di lima. Yang pertama, kepedulian. Kita peduli nggak sih terhadap masyarakat? Tugas negara ini mewujudkan atau memastikan masyarakat ini sejahtera.

Masa kita diem aja, rakyat dibuat sengsara. Apalagi tugas tanggung jawab sebagai abdi negara atau orang yang diberikan waktu dan kesempatan untuk mengurusi atau mengampu bidang-bidang tertentu di masyarakat, termasuk komunikasi. Yang kedua, jadi pertama kepedulian, yang kedua adalah commitment. Yang ketiga, jadi commitment kita mau nggak will-nya? Kalau mau, beres.

Kemudian keberanian. Nyali harus baja, Yang keempat, yang keempat adalah soal konsisten. Jadi nggak bisa sebulan ini begini, bulan depan begini, nggak harus konsisten. Dan yang terakhir, yang kelima adalah kebal godaan.

tu tadi yang mau saya tanyakan, keberanian sama kebal godaan itu apa hubungannya ini? 

Saya cuma mengimbau begini aja masa kalian tega sih menjalankan bisnis merugikan rakyat. 

Kalau kebal godaan apa itu? 

Ya, kita tahu jumlah perputaran uangnya kan sangat besar. 

Artinya sebenarnya ada peluang para bandar ini main dengan kita punya orang?.

Maksud saya pada pihak-pihak yang masih terlibat dalam judi online ini. Sudahlah. Kalian masa tega sih. 

Tapi emang indikasinya ada sih Pak? 

Ya itu udah jadi pandangan umum. Bahwa ini kok kelihatannya kok di Indonesia ada yang serius, ada yang nggak serius. Menurut saya harus serius semua. Karena ini daya rusaknya.

Ini nanti kemana-mana. Ke iklim pekerjaan juga di lingkungan. Kita kan juga udah tahu angka-angkanya. Di tempat-tempatnya sudah terindikasi. Nanti produktivitas. Bayangin institusi kayak kami aja di Kominfo ada 32 orang.

Kementerian lain udah bilang ada yang 30, ada yang 50. Bahkan di TNI ada 3 ribu. 

Di Polisi ada juga? 

Ya pasti semuanya. Di KPK ada 30. Di tempat lain juga banyak. Jadi ini isunya udah mengenak ke semuanya. Dan itu akan berbahaya bagi produktivitas kerja. Karena saya banyak cerita-cerita. Ada satu pabrik di Bekasi.

Karyawan 1.500 separuhnya terindikasi judi online. Nah itu kan ujungnya produktivitas pekerjaan menurun. Kriminalitas meningkat.

Pak Budi satu di antara stakeholder yang harus kenceng itu adalah aparat penegak hukum dalam konteks ini adalah polisi. So far bagaimana? 

Ya itu pertanyaan itu tanyain. Tanyain saja ke aparat penegak hukum. 

Pasti kan kooperatif dong Pak? 

Oh iya, kita berusaha dan kooperatif. Tapi kan saya bilang ini soal kemauan juga. Will kan? Commitment. Biar saja nanti masyarakat yang menilai. Tapi kan mereka juga selalu sebagai aparat peeagak hukum harus nggak bisa omon-omon.

Nggak bisa menyebutkan Mr. A, B, C, Mr. T. Harus ada buktinya. Karena itu saya mengimbau kepada masyarakat. Kalau punya bukti laporin aja. Iya kan, ketidakan hukum kan harus ada bukti. 

Pak, ini diantara yang kemarin terjebak atau menjebakkan diri kita nggak tahu adalah para pekerja migran kita. Artinya sebenarnya mereka punya tangan juga di negeri ini untuk bawa orang ke sana?

Justru itu. Kalau semuanya serius itu kan bisa. Misalnya pasportnya waktunya jangan diperpanjang. Kalau mereka mau serius ke imigrasian atau ini, tahan.

Orang pergi ke Davao ke Kamboja mestinya mereka ditanya ngapain ke situ? Bisa juga kan? 

Dan saya dengar juga dari teman-teman buruh, mereka juga banyak korban juga. Mereka nggak tahu diperkerjakan sebagai judi online. Udah soal Kamboja aja nantilah. Nanti kan ada langkah-langkah selanjutnya.

Yang pasti saya ingin melindungi masyarakat kita dari judi online. Khususnya rakyat kecil. 

Jadi maksudnya Bapak pergi ke Kamboja juga dong biar dilihat gitu? 

Begini ya nanti ada waktunya. Tapi kan buat saya yang penting kan ruang digital kita. Kita bukan urusan negara lain. Urusan negara itu tugas-tugas kementerian lembaga lain. Buat saya kan yang penting ruang digital kita sehat.

Ruang digital kita bisa digunakan untuk masyarakat lebih produktif. 

Supaya orang lebih jelas lagi, saya minta Pak Budi memberikan semacam closing statement untuk hati-hati. Karena sekarang ini modusnya judi online kan bukan kayak dulu-dulu. Yang terbaru tadi yang bentuknya pulsa. Nah, apalagi yang kira-kira ciri-ciri yang patut kita waspadai bahwa Anda terjebak pada scam dan judi online?

Kepada seluruh masyarakat Indonesia, jauhi dan hindari judi online. Karena judi online itu adalah bentuk penipuan di ruang digital. Lindungi keluarga, sayangi keluarga, dan juga beritahu kepada teman, sahabat, lingkungan, masyarakat agar menjauhi dan menghindari judi online.

Karena judi online ini bukan hanya merugikan ekonomi keluarga, juga masyarakat, dan juga ekonomi negara. Kita jadikan ruang digital kita menjadi lebih produktif dan berguna bagi kemajuan Indonesia. Supaya visi Indonesia Emas 2045 bisa kita wujudkan bersama-sama. (Tribun Network/Reynas Abdila)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved