Terungkap! Orang Tua Siswa SMA Anak Oknum Polisi yang Diduga Hamili Siswi SMP Sempat Minta Gugurkan

Anak oknum anggota polisi di Bekasi, Jawa Barat diduga menghamili seorang siswi SMP P (15) tidak mau bertanggungjawab

Editor: Darwin Sijabat
Ist
Anak oknum anggota polisi di Bekasi, Jawa Barat diduga menghamili seorang siswi SMP P (15) tidak mau bertanggungjawab. Bahkan orang tua teduga pelaku sempat meminta korban untuk menggugurkan kandungannya. 

TRIBUNJAMBI.COM - Anak oknum anggota polisi di Bekasi, Jawa Barat diduga menghamili seorang siswi SMP P (15) tidak mau bertanggungjawab. Bahkan orang tua teduga pelaku sempat meminta korban untuk menggugurkan kandungannya.

Siswi yang diduga dihamili R (18) itu telah melahirkan anak.

Ayah yang diduga pelaku itu masih bertatus seorang pelajar yang duduk di bangku SMA.

Korban mengungkapkan bahwa pelaku dan orang tuanya tidak mau bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Bahkan keluarga korban yang meminta pertanggungjawaban pun tak dihiraukan.

Pelaku diketahui merupakan anak dari oknum anggota polisi yang bertugas di Polres Metro Bekasi Kota.

Terkait permasalahan itu, keluarga dari kedua belah pihak dikabarkan sempat bertemu untuk mediasi.

Hasil dari pertemuan itu ternyata tidak membuahkan hasil.

Baca juga: Siapa Anak Polisi yang Diduga Hamili Siswi SMP Hingga Melahirkan Tak Tanggung Jawab? Tugas Dimana?

Baca juga: Orang Tua Laporkan Senior Taruna, Dugaan Pelecehan Taruni, Pihak Sekolah Diduga Tahu

Bukannya menemukan titik terang atas permasalahan itu, justru memperkeruh keadaan.

Orang tua terduga pelaku sempat meminta korban untuk menggugurkan kandungannya.

Ide itu langsung ditolak mentah-mentah oleh keluarga korban yang meminta pertanggungjawaban.

"Karena tidak mau digugurkan, akhirnya cabang bayi itu dilahirkan dan sampai sekarang belum ada itikad baik dari keluarga pelaku untuk datang," kata Dikaios Mangapul Sirait kuasa hukum korban, Minggu (16/6/2024).

Kini P harus berjuang keras menjadi ibu tunggal di usianya yang sangat belia, dia juga terpaksa putus sekolah.

Sementara pelaku, masih tetap melanjutkan hidupnya tanpa ada rasa tanggung jawab ke bayi hasil hubungan di luar nikah.

"Klien kami ini sudah tidak sekolah lagi, pada saat kejadian itu kelas 2 SMP," jelas dia.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved