Berita Kota Jambi

Akses SDN 212 Ditutup Lagi, Dibuka Jika Pemkot Jambi Jalankan Putusan MA

Setelah sempat dibuka paksa oelh wali murid yang aksi unjuk rasa sebelumnya, akses jalan ke SD 212 kembali ditutup, Sabtu (15/6).

Penulis: tribunjambi | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jambi/ M Yon Rinaldi
Setelah sempat dibuka paksa oelh wali murid yang aksi unjuk rasa sebelumnya, akses jalan ke SD 212 kembali ditutup, Sabtu (15/6). Penutupan itu dilakukan keluarga Hermanto sekitar pukul 10.00 WIB. 

SD 212.

JAMBI, TRIBUN - Setelah sempat dibuka paksa oelh wali murid yang aksi unjuk rasa sebelumnya, akses jalan ke SD 212 kembali ditutup, Sabtu (15/6). Penutupan itu dilakukan keluarga Hermanto sekitar pukul 10.00 WIB.

"Pagi tadi di tutup lagi bang," ujar warga yang menolak menyebutkan namanya tersebut, Sabtu (15/6)

Ihsan, Pengacara Kelurga Hermanto mengatakan aksi penutupan akses jalan ke sekolah tersebut akan terus dilakukan. Akses akan dibuka jika pemerintah Kota Jambi memenuhi keputusan Mahkamah Agung untuk melakukan pembayaran atas tanah tersebut. "Kita akan tutup sampai Pemkot bayar," ungkapnya.

Sejatinya, penutupan akses jalan di SD 212 sendiri sudah dilakukan sekitar enam bulan atau satu semester lalu. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada Pemkot Jambi yang belum kunjung menjalankan keputusan Mahkamah Agung.

Untuk diketahui bahwa Mahkamah Agung telah memutuskan tanah yang berada di atas SD 212 tersebut merupakan miliki Hermanto.

Sementara dua hari yang lalu, Kamis (13/6) wali murid SD 212 melakukan unjuk rasa di depan sekolah dan membuka paksa pagar seng yang menutup akses jalan.

Mereka juga menuntut agar aktifitas belajar mengajar kembali di lakukan di sana.

Unjuk rasa kembali terjadi pada Jumat (14/6) untuk mencegah penutupan akses jalan yang akan di lakukan keluarga Hermanto. Unjuk rasa lanjutan ini Hampir berujung rusuh di kala seluruh pihak memaksakan kehendaknya.

Baca juga: Ini Latar Belakang Wali Murid SD 212 Nekat Berunjuk Rasa, Pemilik Kembali Tutup Akses

Baca juga: Camat Minta Massa Bubar, Persoalan Lahan SD 212 Kota Jambi Diselesaikan Usai Idul Adha

Aksi mulai reda ketika Camat Kota Baru dan Lurah Kenali Asam datang untuk menenangkan masa.

Latar Belakang

Lalu apa yang membuat wali murid nekat unjuk rasa hingga hampir terjadi kerusuhan?. Bahkan kelurga Hermanto juga telah melaporkan unjuk rasa tersebut ke Polsek Kota Baru dengan pasal pengerusakan.

Berdasarkan penelusuran Tribun Jambi, perundungan yang didapatkan oleh siswa SD 212 membuat wali murid nekat untuk melakukan aksi tersebut.

Neni satu diantara wali murid sempat terlihat emosional ketikan menceritakan perundungan yang diterima anaknya kepada Tribun Jambi. "Anak saya itu, hampir setiap hari mendapatkan perundungan. Dia selalu dibilang SD sekolah numpang," ujarnya

Hal ini pun diiyakan oleh anaknya yang duduk di sebelahnya. Dia mengatakan anaknya sempat tidak mau bersekolah. Bahkan pernah tidak bersekolah karena kawatir terus dirundung oleh siswa SD 206. "Saya kawatir bang, anak saya sudah kelas 5, kalau begini terus bagaiman pendidikan dia," keluhnya.

Hal yang sama juga di tuturkan Ana dan Hasna dua wali murid SD 212. Dia menceritakan anak mereka selalu mendapatkan perundungan di sana. Bahkan wali murid yang mengantar siswa terkadang juga mendapatkan perundungan. "Bukan cuma anak kami, mak -maknyo jugo kadang di bully," ujarnya.

Perundungan tidak hanya di didapatkan di sekolah tapi juga oleh teman-teman mereka di lingkungan rumah. Selain itu, tidak konsistennya mobil antar jemput yang di sediakan Pemkot membuat mereka sering was-was. "Anak saya itu pak puasa kemarin dia harus jalan kaki dari sekolah ke rumah, mana lokasinya jauh lagi," ujar Neni.

Neni mengatakan sangat kawatir jika anaknya harus pulang jalan kaki karena harus melawati jalan protokol yang padat lalu lintas. "Mobil banyak di sana, saya kawatir," ujarnya

Keluhan yang sama juga di sampaikan Rina Wali Murid SD 212. Ia menceritakan beberapa kali mendapatkan tidak adanya mobil antar jemput siswa sedangkan siswa sudah banyak yang menunggu di depan SD 212. "Saya berapa kami menelpon suami untuk mengambil mobil agar anak-anak bisa sekolah. Kasian pak kalau anak-anak ini tidak sekolah. Tahan kami mengunakan mobil pribadi," timpalnya.

Baca juga: Keluarga Pemilik Lahan SD 212 Kota Jambi Marah: Tadi Siapa yang Bawa Golok? Maju!

Namun kondisi ini tentunya juga sangat merepotkan wali murid yang harus meluangkan waktu dan tenaga lebih untuk mengurus anak sekolah karena jaraknya cukup jauh.

Pemkot Siapkan Psikolog

PEMERINTAH Kota Jambi akan menyiapkan psikolog untuk pendampingan siswa SD 212 yang mengalami perundungan selama bersekolah menumpang di gedung SD 206.

Asisten 1 Setda Kota Jambi, Fahmi, yang juga Ketua Tim Terpadu penanganan SDN 212 Kota Jambi mengatakan hal iyu untuk menetralisir permasalahan perundungan. Pihaknya telah berkordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi.

"Nanti DPMPPA yang memiliki fungsi perlindungan anak yang menurunkan tim psikolog," ujarnya, Sabtu (15/6)

Pendampingan kata dia akan di lakukan di hari pertama sekolah oleh Tim Psikolog dari DPMPPA. "Karena korban dan pelaku perundungan ini anak, tentu yang dibolehkan adalah pendampingan psikologi," ungkapnya.(yon)

Tetap Sediakan Mobil Antar Jemput

DINAS Perhubungan Kota Jambi tetap berkomitmen untuk menyediakan angkutan antar jemput bagi siswa SD 212 kapan pun dibutuhkan. "Kita tetap berkomitmen dalam menyediakan angkutan untuk antar jembut siswa SD 212," ujar Saleh Rido Kepala Dinas Perhubungan, Sabtu 915/6).

Dia mengatakan saat ini sedang menunggu konfirmasi dari Dinas pendidikan untuk tahun ajaran baru apakah masih membutuhkan bus antar jemput. "Intinya juga di butuhkan ka.i siap," ungkapnya.

Baca juga: Ibu-Ibu Buka Segel Pagar SD 212 Kenali Asam Jambi, Tempat Belajar Dipindah karena Lahan Sengketa

Ridho mengakui animo siswa yang mengunakan mobil antar jemput yang mereka sediakan sudah banyak berkurang.

Hal ini karena banyak orang tua yang memilih mengantarkan langsung anaknya ke sekolah. "Memang tidak seperti awal dulu tapi masih tetap ada yang mengunakan bus kita," ungkapnya.

Dinas Perhubungan Kota Jambi menyediakan satu unit mobil antar jemput untuk siswa SD 212. Dimana mobil akan beroperasi siang untuk pengantaran dan sore untuk penjemputan. "Mobil kita selalu siap kapanpun di butuhkan," ungkapnya.(tribun)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Prediksi AsianBookie Slovenia vs Denmark, Head to Head dan Statistik Kedua Tim, Minggu 16 Juni 2024

Baca juga: BBM Langka, Pengendara di Sarolangun Jambi Rela Antre Berjam- jam

Baca juga: Puput Diduga Otak Pelaku, Polisi Tangkap 3 Orang Kasus Penembakan di Merangin

Baca juga: Polandia vs Belanda : Prediksi AsianBookie, Head to Head dan Statistik Tim, 16 Juni 2024

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved