Berita Kota Jambi

Akses SDN 212 Ditutup Lagi, Dibuka Jika Pemkot Jambi Jalankan Putusan MA

Setelah sempat dibuka paksa oelh wali murid yang aksi unjuk rasa sebelumnya, akses jalan ke SD 212 kembali ditutup, Sabtu (15/6).

Penulis: tribunjambi | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jambi/ M Yon Rinaldi
Setelah sempat dibuka paksa oelh wali murid yang aksi unjuk rasa sebelumnya, akses jalan ke SD 212 kembali ditutup, Sabtu (15/6). Penutupan itu dilakukan keluarga Hermanto sekitar pukul 10.00 WIB. 

Perundungan tidak hanya di didapatkan di sekolah tapi juga oleh teman-teman mereka di lingkungan rumah. Selain itu, tidak konsistennya mobil antar jemput yang di sediakan Pemkot membuat mereka sering was-was. "Anak saya itu pak puasa kemarin dia harus jalan kaki dari sekolah ke rumah, mana lokasinya jauh lagi," ujar Neni.

Neni mengatakan sangat kawatir jika anaknya harus pulang jalan kaki karena harus melawati jalan protokol yang padat lalu lintas. "Mobil banyak di sana, saya kawatir," ujarnya

Keluhan yang sama juga di sampaikan Rina Wali Murid SD 212. Ia menceritakan beberapa kali mendapatkan tidak adanya mobil antar jemput siswa sedangkan siswa sudah banyak yang menunggu di depan SD 212. "Saya berapa kami menelpon suami untuk mengambil mobil agar anak-anak bisa sekolah. Kasian pak kalau anak-anak ini tidak sekolah. Tahan kami mengunakan mobil pribadi," timpalnya.

Baca juga: Keluarga Pemilik Lahan SD 212 Kota Jambi Marah: Tadi Siapa yang Bawa Golok? Maju!

Namun kondisi ini tentunya juga sangat merepotkan wali murid yang harus meluangkan waktu dan tenaga lebih untuk mengurus anak sekolah karena jaraknya cukup jauh.

Pemkot Siapkan Psikolog

PEMERINTAH Kota Jambi akan menyiapkan psikolog untuk pendampingan siswa SD 212 yang mengalami perundungan selama bersekolah menumpang di gedung SD 206.

Asisten 1 Setda Kota Jambi, Fahmi, yang juga Ketua Tim Terpadu penanganan SDN 212 Kota Jambi mengatakan hal iyu untuk menetralisir permasalahan perundungan. Pihaknya telah berkordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi.

"Nanti DPMPPA yang memiliki fungsi perlindungan anak yang menurunkan tim psikolog," ujarnya, Sabtu (15/6)

Pendampingan kata dia akan di lakukan di hari pertama sekolah oleh Tim Psikolog dari DPMPPA. "Karena korban dan pelaku perundungan ini anak, tentu yang dibolehkan adalah pendampingan psikologi," ungkapnya.(yon)

Tetap Sediakan Mobil Antar Jemput

DINAS Perhubungan Kota Jambi tetap berkomitmen untuk menyediakan angkutan antar jemput bagi siswa SD 212 kapan pun dibutuhkan. "Kita tetap berkomitmen dalam menyediakan angkutan untuk antar jembut siswa SD 212," ujar Saleh Rido Kepala Dinas Perhubungan, Sabtu 915/6).

Dia mengatakan saat ini sedang menunggu konfirmasi dari Dinas pendidikan untuk tahun ajaran baru apakah masih membutuhkan bus antar jemput. "Intinya juga di butuhkan ka.i siap," ungkapnya.

Baca juga: Ibu-Ibu Buka Segel Pagar SD 212 Kenali Asam Jambi, Tempat Belajar Dipindah karena Lahan Sengketa

Ridho mengakui animo siswa yang mengunakan mobil antar jemput yang mereka sediakan sudah banyak berkurang.

Hal ini karena banyak orang tua yang memilih mengantarkan langsung anaknya ke sekolah. "Memang tidak seperti awal dulu tapi masih tetap ada yang mengunakan bus kita," ungkapnya.

Dinas Perhubungan Kota Jambi menyediakan satu unit mobil antar jemput untuk siswa SD 212. Dimana mobil akan beroperasi siang untuk pengantaran dan sore untuk penjemputan. "Mobil kita selalu siap kapanpun di butuhkan," ungkapnya.(tribun)

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved