Viral Postingan Rahma Syifa

Gadis Jambi Berjuang untuk Keadilan, Rahma Syifa vs Wakil Ketua DPRD Jambi

Dalam postingannya, Ifa, sapaan akrab Rahma Syifa, menyebut mantan bosnya, yang menjabat Wakil Ketua DPRD, memiliki utang yang belum dibayarkan.

|
Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI
Rahma Syifa 

TRIBUNJAMBI.COM - Rahma Syifa, mantan staf Wakil Ketua DPRD Jambi, membuat heboh dengan sebuah postingan di Instagram. Dalam postingannya, Ifa, sapaan akrab Rahma Syifa, menyebut mantan bosnya, yang menjabat Wakil Ketua DPRD, memiliki utang yang belum dibayarkan.

Pengakuan Utang dan Penghinaan yang Diterima

Usaha Menagih yang Tak Dihiraukan

Sudah berulang kali ditagih, namun tidak mendapat tanggapan, yang diterima justru penghinaan. Ifa pun mengungkap awal mula kisah postingan viral tersebut.

Total Utang dan Harapan Pelunasan

Kepada Tribun, Ifa mengatakan bahwa uang yang ditagihnya adalah biaya pengganti cetak spanduk dan uang perjalanan dinas, totalnya sekitar Rp 12 juta. Ia berharap utang segera dilunasi dan nama baiknya dibersihkan.

Keterangan tentang Uang Perjalanan Dinas

"Uang perjalanan dinas itu, sejak saya bekerja Januari hingga April, tidak pernah diberikan," ungkap Ifa, yang juga merupakan mahasiswi Universitas Jambi.

Rincian Perjalanan Dinas dan Pertemuan yang Memanas

Lokasi Perjalanan Dinas

Perjalanan dinas yang dilakukannya meliputi wilayah Provinsi Jambi, luar provinsi, bahkan hingga ke Kalimantan, sesuai dengan nota dinas yang keluar.

Pertemuan dengan Oknum Wakil Ketua DPRD

Diakuinya, pernah ada pertemuan antara dirinya dengan oknum Wakil Ketua DPRD itu, yang dimediasi oleh seseorang, pada 8 Mei 2024 lalu di rumah dinas. Ada belasan orang di sana, termasuk Plt Sekretaris Dewan.

Keamanan yang Ditingkatkan

"Hanya kami berdua perempuan, selebihnya laki-laki. Biasanya pengamanan hanya satu orang, tetapi saat saya mau bertemu, ditambah dua orang lagi," tuturnya.

Situasi Memanas dalam Pertemuan

Namun, pertemuan itu justru memanas. Tidak ada pengakuan bahwa uang pribadi Ifa dipakai untuk mencetak baliho saat kampanye. Mahasiswi Prodi Pendidikan Biologi Unja itu merasa diperlakukan tidak adil.

Pengalaman Pahit dan Perlakuan Tidak Adil

Kejadian di Rumah Dinas

"Saya memang histeris di rumah dinas. Saat beliau mau beranjak dari kursi, saya langsung berdiri," katanya. "Pihak keamanan mengira saya mau mengejar, jadi saya langsung ditarik dua laki-laki," tambahnya.

Perlakuan Merendahkan

Ifa semakin merasa diremehkan ketika sosok wakil ketua itu membuat tanda jari miring di depan dahi. "Saya kemudian ditarik paksa ke pos pengamanan," ungkapnya. Di sana, ia ditemui seorang staf wakil ketua tersebut.

Tindakan Polisi dan Dampak Emosional

Penjemputan oleh Polisi

Ifa mendesak haknya segera dibayar paling lama pukul 22.00 dan menunggu di pos satpam. Namun, pukul 19.00, polisi menjemputnya dan ia dibawa ke Polsek Telanaipura. Ia berada di sana hingga pukul 02.00 esok harinya.

Pengalaman di Kantor Polisi

"Diperlakukan baik di kantor polisi, tapi saya diambil keterangan, BAP, soal barang yang hilang," ungkapnya. Barang tersebut hilang dua pekan setelah ia dipecat sebagai staf.

Kembali ke Tempat Kost

Setelah urusan di kantor polisi selesai, ia pulang ke tempat kost. Tidak ada ketenangan yang dirasakannya. Hingga pagi, ia tidak bisa tidur. Ia membuat banyak catatan dan mengumpulkan bukti.

Viral di Media Sosial dan Dukungan dari Teman

Postingan Instagram yang Menggemparkan

Difotonya berbagai catatan dan kuitansi, lalu diposting di akun Instagram. "Awalnya ingin post di second account, takut kalau berurusan dengan hukum. Tapi akhirnya nekat post di akun IG utama," jelasnya.

Respon dan Viralitas

Tak disangkanya, postingannya itu menarik perhatian besar dan viral di banyak platform. "Saya mendapat dukungan dari teman-teman dan banyak orang untuk menyuarakan kebenaran," ucapnya.

Dukungan dari Teman Senasib

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved