Kebakaran di Simpang 3 Sipin

Sijago Merah Mengamuk di Simpang 3 Sipin Kota Jambi: Ledakannya Banyak, Berturut-turut

Ledakan berturut-turut terdengar saat sijago merah mengamuk di Lorong Kolombia Rt 10, Kelurahan Simpang 3 Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Kami

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jambi/ M Yon Rinaldi
Ledakan berturut-turut terdengar saat sijago merah mengamuk di Lorong Kolombia Rt 10, Kelurahan Simpang 3 Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Kamis (2/4/2024). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ledakan berturut-turut terdengar saat sijago merah mengamuk di Lorong Kolombia Rt 10, Kelurahan Simpang 3 Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Kamis (2/4/2024).

Akibat kebakaran itu menyebabkan satu rumah dan dua bedeng ludes terbakar.

Kebakaran yang terjadi sesaat setelah azan magrib itu pertama kali dilihat Eva, saksi mata, dari atas rumah.

Dia menyebutkan bahwa sijago merah yang mengamuk itu terus menjalar dengan cepat.

Saat api yang membesar itu terdengar beberapa kali ledakan.

"Ledakannya banyak sekali bang, dan berturut-turut. Setelah ledakan itu langsung disusul dengan ledakan lagi,"ujarnya dengan nada bicara panik, Kamis malam.

Namun Eva yang rumahnya berada di sebrang lokasi kebakaran tidak sempat menghitung berapa banyak ledakan yang terjadi.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Personil, Pemkot Jambi Buka Diklat Pemadam Kebakaran

Baca juga: Kasus Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Batanghari, Polisi Tunggu Pendalaman Berkas Oleh JPU

Menurutnya, api sangat cepat menyebar karena semua rumah yang terbakar merupakan rumah non permanen atau terbuat dari kayu.

Eva menyebutkan sesaat api mulai terlihat anak pemilik rumah langsung berlari keluar dan meminta tolong warga untuk memadamkan api.

"Pas mendengar ada kebakaran saya langsung keluar rumah, setelah saya keluar terdengar lah banyak ledakan itu," ceritanya.

Aipda M hafid Bhabinkamtibmas mengatakan rumah bedeng yang terbakar tersebut terbuat dari kayu dan berbentuk kopel dimana salah satunya terdapat bengkel motor.

Sementara, rumah yang terbakar hanya di bagian belakang karena juga terbuat dari kayu, sedangkan rumah utama yang terbuat dari beton tidak begitu terdampak.

"Semua bangunan yang terbakar ini terbuat dari kayu," ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi Mustari Affandi menceritakan kebakaran berawal dari padamnya aliran listrik yang menyebabkan turunnya meteran.

Baca juga: Kapolres Batanghari Pastikan Tak Ada Lagi Aktivitas Illegal Drilling di Sekitar Kebakaran Tahura

Namun anak pemilik rumah kembali menaikan MCB meteran yang turun tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved