Sempat Sangsi, Asih Manfaatkan KUR BRI untuk Kembangkan Usaha Kuliner dan Laundry
Asih Yuliati satu di antara pemilik usaha yang memanfaakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI dalam mengembangkan usahanya. Bagaimana kisahnya?
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
TRIBUNJAMBI.COM - Asih Yuliati merupakan satu di antara pemilik usaha yang memanfaakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI dalam mengembangkan usahanya. Dia sempat sangsi, namun akhirnya yakin dan memanfaatkan kucuran dana tersebut untuk modal dalam mengembangkan UMKM yang dia kelola. Berikut kisahnya.
Asih membuka bisnisnya pada 2019 lalu, mulai mengelola usaha kuliner yang dia beri nama Dapur Asih dengan konsep palugada. Usahanya cukup berkembang dengan menjual beraneka kue, penganan, hingga lauk pauk.
Sebagai informasi, palugada merupakan istilah populer dari akronim 'apa yang lu minta, gua ada', yang merupakan istilah bisnis yang merujuk pada model usaha yang tidak membatasi penawaran pada satu jenis barang atau jasa saja. Kendati demikian, dia tetap punya kecenderungan pada menu-menu tertentu seperti nasi bakar dan bumbu pecal.
Selain itu, dia juga acap menjual aneka kue kering, nasi tumpeng, kue basah, dan penganan lainnya. Tentu, untuk menjamin makanannya aman untuk dikonsumsi, Asih telah menempelkan label halal pada produknya.
Media sosial menjadi sarana Asih dalam mempromosikan produk-produk yang dia tawarkan. Selain itu, dia juga kerap mengikuti kontes dan berupaya memenangkan kontes tersebut. Sebab, menurutnya, ketika menjadi pemenang, dia punya kesempatan lebih untuk mempromosikan produknya
Penjualannya pun cukup konsisten, meski adakalanya berfluktuasi. Rata-rata, Asih membuat menu khusus berdasarkan pemesanan, meski juga menyiapkan menu rutin, seperti nasi bakar, bumbu pecal, nasi kotak, hingga snack box. Untuk pemasarannya, sebagian besar memang masih di sekitar Kota Jambi.
Pada 2021 lalu, Asih ingin mengembangkan usahanya lebih lanjut. Dia memutuskan untuk membuka laundry. Untuk itu, dia mengajukan KUR dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) pada tahun yang sama.
Awalnya, dia tak berniat mengambi pinjaman. Bahkan, dia sempat sangsi dan waswas karena takut kena tipu. Hal itu lantaran pencairan dana pinjaman yang Asih ajukan cair cepat, bahkan kurang dari sepekan.
Dia ingat, saat itu menyampaikan pengajuan dan dokumen kelengkapan pada hari Kamis, dan pencairan dilakukan hari Sabtu.
"Deg-degan, kok cepet ya, apa mungkin penipuan? Tapi memang nyata," ujarnya.
Begitu KUR cair, dia langsung memanfaatkannya untuk mendukung pengembangan usaha yang dia kelola. Pada usaha kuliner, dia membeli oven besar dan perkakas memasak lainnya. Sedangkan untuk usaha laundry-nya, Asih membeli mesin cuci baru.
UMKM Tumbuh Lebih Cepat
Terpisah, akademisi UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Arfan Aziz, PhD, menilai pinjaman dengan pencairan cepat dan bunga ringan semacam ini akan mendorong UMKM tumbuh lebih cepat. Sokongan dana seperti ini dapat meningkatkan mobilitas sosial ekonomi yang dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Pinjaman dengan bunga ringan ini adalah harapan masyarakat," sebutnya.
Untuk itu, dia berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan pinjaman tersebut dengan sebaik-baiknya untuk pengembangan ekonomi.
Rahasia UMKM Jambi Buat Gula Merah dari Nira Kelapa Sawit yang Rasanya Lebih Legit |
![]() |
---|
Rumah BUMN Kota Jambi Ikut Meriahkan Festival Batanghari 2025 Guna Dukung UMKM |
![]() |
---|
Dari Sawit Tak Produktif Jadi Produk Bernilai: Cerita Rumah Kreatif Nek No Produksi Gulaja di Jambi |
![]() |
---|
Tim Pengabdian FEB UNJA Latih Pencatatan Keuangan dan Pajak Pada UMKM |
![]() |
---|
Sari Bandrek Jahe hingga Abon Ikan Patin Ramaikan Festival Batanghari 2025 di Jambi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.