Berita Sungai Penuh

15 Balita di Sungai Penuh Jambi Alami Stunting, DPPKB Klaim Terjadi Penurunan

Sebanyak 15 balita di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi mengalami stunting pada tahun 2023.

Penulis: Herupitra | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Jambi/ Herupitra
DPPKB Kota Sungai Penuh menggelar Rapat Koordinasi Rembuk Stunting tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Kantor Walikota Sungai Penuh. 

Bayi stunting di Sungai Penuh Jambi.

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Sebanyak 15 balita di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi mengalami stunting pada tahun 2023.

Namun, jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yakni 25 balita.

Kadis DPPKB melalui Sekretaris DPPKB Maya Nalista menegaskan bahwa pihaknya terus menekan turunnya angka stunting.

Katanya, angka pravalensi stunting di Kota Sungai Penuh menurut pelaporan data tahun 2023 turun dari tahun 2022 lalu.

Pada tahun 2022 ada 25 anak dan balita yang dinyatakan stunting.

Sedangkan pada tahun 2023 ini turun menjadi 15 anak dan balita yang terindikasi stunting.

Dalam upaya menekan penurunan stunting itu, DPPKB Kota Sungai Penuh menggelar Rapat Koordinasi Rembuk Stunting tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Kantor Walikota Sungai Penuh.

“Tujuan dari kegiatan ini, sesuai pelaporan pada tahun 2023 dari data yang kita peroleh ada penurunan kasus stunting di kota Sungai penuh dari 25 ke 15 pada tahun 2023,” sebut Maya Nalista.

Baca juga: Berhasil Tekan Stunting, Warga Berharap Program PTPN Terus Berlanjut

Baca juga: PTPN IV PalmCo Tanggulangi 1.100 Anak dari Stunting Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mengenai stunting ini, Wali Kota Sungai Penuh Ahmadi Zubir meminta kepada seluruh OPD untuk bersama menuntaskan permasalahan stunting.

Dia meminta menuntaskannya melalui program strategis yang terintegrasi, agar melakukan perbaikan dari seluruh aspek melalui dua intervensi yaitu gizi spesifik dan sensitive.

Wali Kota Sungai Penuh berharap seluruh Kecamatan yang menjadi lokus stunting yang merupakan perangkat terdekat dengan korban stunting berkomitmen mulai dari Camat, Lurah, dan masyarakat dalam pencegahan stuting.

Lebih lanjut Wako Ahmadi mengatakan berbagai langkah lanjutnya, terus dilakukan seperti kolaborasi bersama Stakeholder terkait upaya inovasi dengan mendorong masyarakat rutin memeriksakan diri ke posyandu.

“Begitu pula nanti ketika lahiran anaknya selalu dibawa ke puskesmas didata perkembangannya itu sendiri, dan pihak kita berupaya berinovasi supaya bagaimana ibu-ibu hamil kemudian yang memiliki anak-anak bayi mau ke posyandu seperti mau melakukan vaksinasi,” harapnya. (Tribunjambi.com/ Herupitra)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pemkab Tanjab Barat Sampaikan RTRW ke Direktur Jenderal Tata Ruang: Dorong Pengembangan Investasi

Baca juga: Viral PN Jepara Banjir Kiriman Karangan Bunga, Minta Daniel Frits Aktivis Lingkungan Dibebaskan

Baca juga: Lapas Kelas IIB Muara Bulian Usul 163 Warga Binaan Dapat Remisi Hari Raya Idul Fitri: 1 akan Bebas

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved