Kasus Kematian Santri di Tebo
MOTIF Pembunuhan Santri di Tebo Airul Harahap Terungkap, Masalah Senioritas
Motifnya pembunuhan di tebo adalah sakit hati. Kedua tersangka merasa Airul membangkang, tak mau mengikuti perintah mereka sebagai senior
Motif Pembunuhan di Tebo
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seorang santri di Tebo, Airul Harahap, tewas dibunuh di komplek pondok pesantren.
Tersangka pelaku pembunuhan sebanyak 2 orang, berinisial R dan AB, yang masih kategori di bawah umur.
Keduanya merupakan senior Airul di Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.
Informasi yang dihimpun Tribun, polisi telah mengantongi motif pembunuhan terhadap Airul Harahap itu.
Motifnya adalah sakit hati. Kedua tersangka merasa Airul membangkang, tak mau mengikuti perintah mereka sebagai senior.
Hingga pada 14 November 2023 sore, pelaku mendatangi Airul yang sedang berada di lantai 3 asrama.
Mereka menghajar korban yang masih berusia 13 tahun itu menggunakan kayu, termasuk kepala.
Tak hanya sekali, tindakan itu mereka lakukan berkali-kali, yang membuat tulang rusuk korban patah.
Perbuatan mereka membuat Airul Harahap ambruk, meninggal di tempat.
Korban kemudian berusaha menutup jejak pembunuhan itu dengan menyentrumnya, agar terlihat seperti meninggal karena sengatan listrik.
Setelah peristiwa itu, pelaku melapor ke pihak pondok pesantren, menyebut menemukan korban tergeletak.
Korban dibawa ke klinik di Tebo. Pihak klinik keluarkan surat keterangan bahwa Airul Harahap meninggal kesetrum.
Kedua tersangka sudah diamankan polisi, dan kini masih terus menjalani pemeriksaan lanjutan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Andri Ananta Yudistira mengatakan, kasus ini mendapat atensi dari Kapolda Jambi dan Bareskrim Polri.
"Kasus ini akan diungkap seterang-terangnya," kata dia.
Sementara pengacara korban dari Tim Hotman 911, Orde Prianata, mengucapkan terimakasih pada penyidik dan jajarannya yang mengungkap tersangka.
Tim pengacara menyebut pada kasus ini, ada juga dugaan kelalaian yang dilakukan pihak pondok pesantren Raudhatu Mujawwidin Tebo.
Sehingga santri yang seharusnya berlindung kepada pondok pesantren, justru menjadi korban.
Ada dugaan kelalaian yang dilakukan oleh pengurus pondok pesantren yang membuat hal tersebut bisa terjadi, dan kasusnya pun lama mengendap.
"Saya mewakili tim Hotman 911 menyayangkannya. Kalau ada kelalaian di pondok pesantren, pihak berwajib mengusut secepatnya," ujarnya.
Kasus ini sejak awal sudah mendapat perhatian publik, dan meminta polisi mengusut tuntas, sebab kematiannya sangat janggal.
Namun terkesan perkembangan kasus jalan di tempat selama beberapa bulan.
Belakangan ini semakin viral setelah orangtua korban menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Jakarta, pada Sabtu (16/3/2024).
Usai viral disorot Hotman Paris melalui intagramnya, Polres Tebo esok harinya menggelar konferensi pers terkait kasus itu.
Sejak itu, Kapolres Tebo AKBP I Wayan Arta Ariawan dan jajarannya terus lakukan pendalaman.
Ayah korban, Salim Harahap, mengaku pertemuannya dengan Hotman merupakan upaya keluarga untuk mencari keadilan.
Baca juga: SOSOK 2 Tersangka Kasus Tewasnya Santri di Tebo Airul Harahap
Baca juga: Klinik Rimbo Medical Center Beri Keterangan Palsu Soal Kematian Airul, Bakal Jadikan Perkara Baru
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Kematian Santri di Tebo, Terbukti Menghalangi Penyidikan |
![]() |
---|
Update Kasus Kematian Santri di Tebo Jambi: Polisi Usut Keterlibatan Ponpes |
![]() |
---|
Ternyata Pimpinan Ponpes di Tebo Jambi Minta Jenazah Airul Dikafani Tanpa Izin Orangtua |
![]() |
---|
Polda Jambi Terus Monitor Kasus Kematian Santri Ponpes Raudhatul Mujawiddin Tebo |
![]() |
---|
IDI Tebo Ungkap Surat Kematian Santri Airul Harahap Dikeluarkan Klinik Berdasarkan Autopsi Verbal |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.