LIPUTAN KHUSUS

Banjir Besar Siklus 20 Tahunan Intai Kota Jambi, Kadis Damkartan: Lima Hari ke Depan

Peristiwa itu seperti yang terjadi sekira 20 tahun lalu, banjir menggenangi Kota Jambi hingga wilayah Simpang Bata yang merupakan pusat perekonomian.

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/M YON RINALDI
Petugas Damkartan Kota Jambi sedang mengevakuasi seorang lelaki usia lanjut di Legok, Kota Jambi, yang mengalami stroke, Sabtu (13/1). 

Waspada potensi curah hujan tinggi lebih dari 300 mm/bulan di Kerinci, Sungai Penuh, Bungo, Merangin, Sarolangun, Tebo dan sebagian Batanghari.

Pengungsi di Pinggir Jalan Lintas Sarolangun

Dua hari rumah warga Desa Sri Pelayang, Sarolangun, direndam banjir akibat luapan Sungai Batang Asai, Batang Limun dan Batang Tembesi. Ratusan orang terpaksa tidur dan mengungsi ke tempat keluarga dan membuat tenda di pinggir jalan lintas (jalintas).

"Selama banjir, kami warga sini ada yang mengungsi ke rumah keluarga dan ada yang bangun tenda sediri tidur di pinggir jalan lintas," ujar Dedi, warga Sri Pelayang.

Ia mengatakan selama banjir, untuk memenuhi makan dan minum mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, ada juga dari DPRD Provinsi Jambi. "Makan ada bantuan dari pemerintah, kemarin ada DPRD Provinsi Jambi Samsul Ridwan buat dapur umum di sini," ungkapnya.

Di wilayah Sri Pelayang, ada sekira 400 rumah terendam banjir sekira dua meter.

Wilayah Kabupaten Sarolangun direndam banjir sejak Jumat hingga Sabtu malam. (yon/wir/sbi)

Baca juga: Ikan Tapah, dari Sungai hingga Jadi Batik, Bincang Bareng Iktiolog Unja, Dr Tedjo Sukmono

Baca juga: Puluhan Lokasi TPS Terendam Banjir di Kabupaten Batanghari

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved