Heboh Menu Stunting di Depok Berupa Nasi dan Sop Tahu, Budget Rp 19 Ribu 'Disunat' Jadi Rp 9 Ribu?
Beredar di media sosial foto menu pencegah stunting dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kota Depok hanya nasi, kuah sup, tahu, dan sawi.
TRIBUNJAMBI.COM - Beredar di media sosial foto menu pencegah stunting dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Kota Depok hanya nasi, kuah sup, tahu, dan sawi.
Makanan ini dimasukkan dalam toples bening dengan gambar Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono di bagian tutupnya.
Foto pertama terlihat nasi putih, kemudian, pada foto berikutnya terlihat menu pencegah stunting itu hanya tahu putih dan sawi yang diberi kuah.
Foto diunggah akun Instagram @depok24jam disebutkan menu makanan pada hari pertama hanya nasi dan sayur sop, sedangkan menu hari kedua cuma dua bungkus otak-otak.
Terkait foto ini, Dinkes Kota Depok mengakui ada kekeliruan dalam program PMT di Kecamatan Tapos.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Kamis 16 November 2023, Harga Emas Antam dan UBS Naik, Termurah Rp 584.000
Baca juga: MUI Tidak Pernah Merilis Daftar Produk Terafiliasi Israel, Ini Isi Fatwa Nomor 83 Tahun 2023
Baca juga: Pacar Dewi Perssik Diduga Selingkuh, Sang Pilot Kepergok Peluk Wanita Lain
"Di Kecamatan Tapos terjadi ketidaksesuaian menu dan ada arahan yang belum sesuai," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Jawa Barat Mary Liziawati kepada wartawan di Depok, Rabu (15/11/2023).
Kekeliruan terjadi karena kader posyandu yang mendistribusikan makanan tambahan tidak tersosialisasi dengan baik.
"Memang harapannya kemaren sudah tersosialisasikan ke kader di bawah, tapi ada saja kader yang mungkin ketinggalan. Seperti di Tapos, belum terjadi koordinasi yang baik, lintas sektor di hari pertama," ujar Mary.
Padahal, kecamatan lainnya di Kota Depok menerapkan menu PMT sebagaimana dalam ketentuan dinkes, yakni berupa makanan kudapan untuk enam hari, dan makanan lengkap di hari ketujuh.
"Karena di kecamatan lain sih benar menunya, berjalan baik. Di kecamatan lain kan kudapan, eh di Tapos kok nasi, gitu ya," tutur Mary.
Pasca kejadian itu, Dinkes Kota Depok sudah melakukan evaluasi progam PMT di Tapos pada Jumat (10/11/2023) sehingga menu PMT pada hari berikutnya telah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan Dinkes Depok.
"Jadi ini menjadi evaluasi kami. Kita dengan kejadian ini melakukan evaluasi secara intens. Alhamdulillah di hari kedua Kecamatan Tapos sudah memperbaiki menu, menunya sudah berupa kudapan sesuai ketentuan," kata Mary.
Baca juga: Penyetopan Hauling Batu Bara di Jambi Saat Masa Kampanye Berdampak ke Ekonomi Masyarakat
Baca juga: Sudah 2 Santri di Ponpes Tebo Jambi Meninggal Karena Tersengat Listrik
Anggaran Disunat?
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok Ikravany Hilman mengaku geram dengan menu yang disajikan sebagai makanan pencegah stunting itu.
"Sangat tidak layak, enggak ngerti apa pertimbangannya," kata Ikra saat dihubungi, Rabu (15/11/2023).
Harga Emas Hari Ini Kamis 16 November 2023, Harga Emas Antam dan UBS Naik, Termurah Rp 584.000 |
![]() |
---|
Prediksi Skor Ekuador U-17 vs Panama U-17, Simak Berita Tim dan Starting XI, Kick off 19.00 WIB |
![]() |
---|
Rampung, Topping Off Green Building BSI di Aceh Akan Diresmikan Awal Tahun 2024 |
![]() |
---|
Sinopsis The Informer, Tayang 16 November 2023 di Bioskop Trans TV |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.