Berita Jambi

Penyetopan Hauling Batu Bara di Jambi Saat Masa Kampanye Berdampak ke Ekonomi Masyarakat

Penyetopan aktivitas batu bara di Jambi bisa berdampak ke perekonomian masyarakat. Ini dikatakan Pengamat Kebijakan Publik UIN STS Jambi.

Penulis: A Musawira | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com
Ilustrasi angkutan batu bara 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penyetopan aktivitas batu bara di Jambi bisa berdampak ke perekonomian masyarakat.

Wacana penghentian hauling batu bara di Jambi selama 75 hari saat masa kampanye mendapat sorotan dari Pengamat Kebijakan Publik UIN STS Jambi.

Dr Dedek Kusnadi, S.Sos,.M.Si,.MM Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen Pemerintahan UIN STS Jambi menilai rencana itu bakal berdampak signifikan terhadap perekonomian Jambi.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa aspek yang terpengaruh secara negatif akibat kebijakan tersebut.

Dr Dedek menuturkan pertama penyetopan angkutan batu bara berdampak pada sektor pertambangan dan energi di Jambi. Sebab, Provinsi Jambi memiliki potensi sumber daya batu bara yang besar.

Baca juga: Talkshow Politik Tribun Series Singgah ke Solo: Benarkah Medsos Kunci Menangkan Suara Gen-Z?

Baca juga: Sudah 2 Santri di Ponpes Tebo Jambi Meninggal Karena Tersengat Listrik

“Adanya penyetopan ini, maka produksi dan ekspor batu bara dari Jambi terganggu, yang berujung pada menurunnya pendapatan dari sektor ini. Dan pelaku usaha pertambangan juga terpaksa mengurangi produksi. Dampak buruknya bakal merumahkan karyawan sehingga menyebabkan tingkat pengangguran meningkat,” katanya pada Rabu (15/11/2023).

Kedua disektor transportasi dan logistik yang turut terdampak oleh penyetopan angkutan batu bara ini. Diketahui penghentian aktivitas angkutan batu bara bakal mengurangi volume pengiriman muatan di daerah ini.

“Bisa berdampak pada turunnya pendapatan dan keuntungan perusahaan transportasi dan logistik yang beroperasi di Jambi. Akibatnya, pengurangan kegiatan ekonomi dalam sektor ini menyebabkan penurunan kontribusi terhadap perekonomian Jambi secara keseluruhan,” ujarnya.

Sektor lain yang juga turut terdampak adalah sektor jasa, seperti contoh kecil perhotelan dan restoran. Jumlah kunjungan dan aktivitas bisnis di Jambi pasti berkurang drastis.

Sisi lain juga penyetopan angkutan batu bara jiga berdampak pada pemerintah daerah. Pemasukan daerah yang seharusnya berasal dari pajak dan royalti sektor pertambangan batu bara menjadi menurun akibat penurunan volume produksi.

Hal Ini tentu saja membuat pemerintah daerah kesulitan dalam membiayai program pembangunan maupun dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

Baca juga: Tiga Pelaku Pembacokan Anggota Polisi di Jambi yang Masih di Bawah Umur Diserahkan ke Jaksa

Baca juga: Satu Jam Sebelum Tewas Sempat Telpon Orangtua, Santri Ponpes di Tebo Ditemukan Meninggal

“Dampak-dampak ini juga berpotensi meningkatkan angka kemiskinan di Jambi. Jadi kesimpulannya sektor pertambangan, transportasi, jasa, dan pendapatan pemerintah daerah menjadi terdampak dengan menurunnya pendapatan, pengurangan produksi, dan peningkatan pengangguran,”

“Guna menghindari dampak serupa di masa depan, diperlukan koordinasi yang baik antara sektor terkait guna memitigasi risiko akibat penyetopan aktivitas ekonomi yang berdampak luas,” ucapnya.

Oleh karenanya untuk mengatasi dampak negatif akibat penyetopan angkutan batu bara selama masa kampanye, pemerintah harus melakukan langkah-langkah konkret.

Menurutnya beberapa langkah yang bisa diambil adalah mengembangkan sumber-sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti energi matahari dan energi angin. Pemerintah juga perlu meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan pada batu bara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved