Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jambi Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Muaro Pijoan

Peserta kegiatan ibu PKK masyarakat Desa Muaro Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi yang berjumlah 50 orang

Editor: Rahimin
istimewa
Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jambi pengabdian kepada masyarakat di Desa Muaro Pijoan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Satu bentuk kegiatan dalam perwujudan tridharma perguruan tinggi yang wajib dilaksanakan oleh civitas akademika (dosen) di Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jambi adalah pengabdian kepada masyarakat.

Di mana, kegiatan ini merupakan satu upaya untuk mencapai peningkatan kualitas pengetahuan masyarakat khususnya tentang pengetahuan dan pemanfaatan obat tradisional.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipandu tiga orang dosen jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jambi yaitu apt Agusriani SSi.,M.Kes, apt Drs Haflin M.Kes dan apt Halimatussa’diyah S.Farm M.Kes serta dibantu dua orang mahasiswa Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jambi.

Peserta kegiatan ibu PKK masyarakat Desa Muaro Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi yang berjumlah 50 orang.

Mereka dibagi menjadi 5 kelompok tim kerja dilaksanakan pada bulan Juli - September tahun 2023.

Agusriani satu dosen pemandu dalam kegiatan tersebut mengatakan, obat tradisional di Indonesia sangat besar peranannya dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia, sehingga obat tradisional sangat berpotensi untuk dikembangkan.

"Indonesia kaya akan tanaman obat dan masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk kesehatan," katanya.

Permasalahan masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang budidaya dan pemanfaatan tanaman obat serta cara pembuatan jamu herbal yang memiliki nilai jual dimasyarakat di Desa Muaro Pijoan.

"Untuk mencapai tujuan program pengabdian masyarakat ini perlu dilakukan pelatihan tentang budidaya, pemanfaatan dan cara pembuatan produk jamu herbal industry rumah tangga," katanya lagi.

Hasil kegiatan pengabdian ini adalah terbentuknya 5 kelompok ibu Rumah Tangga yang memiliki lahan pekarangan untuk budidaya tanaman obat serta mampu untuk memelihara dan memanfaatkannya tanaman obat.

Selain itu, terbentuknya kelompok ibu-ibu PKK yang mampu membuat produk jamu herbal industry rumah tangga yang memiliki nilai jual di masyarakat.

Dari hasil pelatihan dan pendampingan terjadinya peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman obat yang diolah menjadi bentuk produk jamu herbal dari 49,6 persen menjadi 87.6 persen, dan meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK Desa Muaro Pijoan Kabupaten Muaro Jambi tentang cara pembuatan produk jamu herbal sebesar 88,8 persen.

Berikut ini merupakan satu ramuan herbal yang dibahas pada kegiatan pengabdian masyarakat Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jambi

*Ramuan Herbal Meringankan Kencing Manis

Komposisi : Meniran kering 1 ons  Air 6 gelas
Cara pembuatan: Bahan ramuan direbus dengan air 6 gelas sampai mendidih dan menjadi 3 gelas.
Cara pemakaian: Diminum 3 kali sehari 1 gelas.
Atau bias dibuat simplisia kering lalu diserbukkan masukkan dalam kantong teh celup pada saat penggunaan dapat diseduh dengan air panas.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Senam Sehat Sharp Hadir di Poltekkes Kemenkes Jambi Jurusan Farmasi

Baca juga: Direktur Poltekkes Kemenkes Jambi Ingatkan Soal Syarat Praktik Mandiri Bidan Kepada Semua Lulusan

Baca juga: Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved